SOLOK | patrolipost.com – Lima tokoh masyarakat ikut berkompetisi dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok 2026. Pencabutan nomor urut berlangsung di Gedung Serbaguna Sulit Air, Senin (3/8/2026).
Sulit Air merupakan salah satu nagari yang melaksanakan Pilwana Serentak di Kabupaten Solok yang dilaksanakan 9 September 2026 mendatang. Pilwana dilaksanakan di 23 nagari (desa) dari 74 nagari yang ada di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Ke-23 nagari itu tersebar di 11 kecamatan.
Adapun hasil rapat penetapan bakal calon sekaligus penetapan nomor urut Pilwana Sulit Air sebagai berikut: Nomor Urut 1 Yonuardi Spdi, (2) Fauzan Azima, (3) Arianto Bsip, (4 ) Drs Ahmad Purnama dan nomor urut (5) Jumaini SSos Msi.
Ketua Pelaksana Pemilihan Wali Nagari (P2WN) Sulit Air Afrizal SPd dalam sambutannya berharap seluruh proses Pilwana Serentak 2026 berjalan sesuai jadwal, lancar dan sukses. Kepada para pendukung calon agar saling menghormati pilihan masing-masing serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.
Sesuai jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok, peluncuran Pilwana pada 11 Mei 2026, dilanjutkan Bimbingan Teknis awal Juni 2026 untuk mematangkan persiapan panitia pemilihan dan hari pemungutan suara dilaksanakan serentak pada tanggal 9 September 2026.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan, Pilwana merupakan momentum penting dalam proses demokrasi di tingkat nagari. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan masyarakat.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut memecah persatuan masyarakat. Mari kita ciptakan Pilwana yang aman, damai, jujur, adil, dan bermartabat,” ujar Bupati saat Forum Discusion Group (FGD) Pilwana, Senin (29/6/2026) lalu.
Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh camat untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah nagari, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam mengantisipasi potensi konflik yang dapat mengganggu jalannya Pilwana.
Sementara itu Wakil Bupati Solok H Candra SHI mengajak seluruh unsur pemerintah kecamatan, panitia penyelenggara, dan masyarakat untuk menjaga komunikasi yang baik selama seluruh tahapan Pilwana berlangsung.
Menurutnya, sinergi dan keterbukaan informasi menjadi kunci dalam mencegah terjadinya kesalahpahaman yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan Pemilihan Wali Nagari Serentak ini sebagai pesta demokrasi yang penuh kebersamaan. Semua pihak harus mengedepankan musyawarah, menjaga persaudaraan, dan menghormati apa pun hasil yang nantinya ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Wakil Bupati. (hen)






