BANGLi | patrolipist.com – Sudah menjadi tradisi setiap perayaan hari Raya Galungan identik dengan pemasangan penjor. Pemasangan penjor dimaknai sebagai bentuk makna rasa syukur.
Namun suasana akan tampak berbeda di Desa Penglipuran, Bangli pada hari raya Galungan tahun ini. Pasalnya, tidak ada pemasangan penjor di lingkungan desa yang tersohor di seantero dunia karena kebersihan dan tradisi adatnya ini.
Menurut Manager Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk hari Raya Galungan tahun ini di Desa Penglipuran tidak dihiasi dengan pemasangan penjor. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas berpulangnya salah satu warga.
Menurutnya adapun keputusan tanpa pemasangan penjor merupakan wujud nyata nilai kebersamaan, rasa empati dan solidaritas sosial yang senantiasa dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Penglipuran.
“Mengingat ada salah satu warga meninggal dunia, maka sebagai bentuk berduka pemasangan penjor disepakati tidak dilaksanakan,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya dalam kehidupan bermasyarakat, suka dan duka dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan, sehingga seluruh warga turut menghormati kondisi yang sedang dialami oleh keluarga yang berduka.
Sebagai salah satu desa wisata yang dikenal karena komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya dan tradisi, Desa Penglipuran terus berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian adat, kehidupan sosial masyarakat, dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
“Dengan begitu eksistensi Desa Penglipuran sebagai Desa Wisata bisa tetap dapat dijaga,” ungkapnya. (750)
