BANGLI | patrolipost.com – Beban tugas yang dipikul Pemadam Kebakaran Bangli sangat kompleks. Selain turun di saat menerima laporan terjadi musibah kebakaran, Damkar Bangli kerap menerima laporan dari masyarakat untuk proses evakuasi seperti ular dan sarang tawon. Namun sejauh ini Damkar Bangli masih belum memiliki armada khusus untuk evakuasi.
Kabid Damkar BPBD Bangli Cokorda Gede Mahendra saat dikonfirmasi mengatakan laporan masyarakat untuk layanan non kebakaran atau evakuasi hewan liar sering diterima.
”Yang paling sering adalah melakukan evakuasi ular dan sarang tawon. Dalam sehari kita bisa turun dua kali, bahkan lebih melakukan evakuasi,” ujar Cok Mahendra pada Rabu (8/7/2026).
Di balik permintaan evakuasi dari masyarakat yang tergolong tinggi, pihaknya terbentur terkait ketersedian armada untuk menunjang kelancaran proses evakuasi. Selama ini untuk proses evakuasi pihak Damkar meminjam mobil jenis Hilux milik BPBD.
”Kadang jika mobil Hilux digunakan terpaksa untuk evakuasi menggunakan mobil truk pemadam (BW) ke lokasi,” ungkapnya.
Beber Cok Mahendra jika dalam proses evakuasi menggunakan mobil Damkar terkesan kurang efisien dan efektif serta ada kesan darurat di mata masyarakat.
”Ya bagaimana lagi karena mobil khusus evakuasi tidak tersedia, untuk evakuasi di seputaran kota kita masih gunakan mobil Damkar. Sedangkan untuk luar Bangli masih mengandalkan mobilpinjaman BPBD,” sebutnya.
Menyikapi belum tersedianya mobil khusus evakuasi pihaknya memang memiliki ancang-ancang kalau disetujui pimpinan mengajukan pengadaan mobil jenis single cabin.
“Jika belum bisa terealisasi mudah-mudahan pimpinan bisa memberikan mobil operasional yang lain,” harap Cok Mahendra. (750)
