BANGLI | patrolipost.com – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dan Kabupaten Badung mengirim sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landih, Kabupaten Bangli mengundang pro dan kontra masyarakat di daerah berhawa sejuk ini. Ada masyarakat yang menolak dan ada pula yang setuju sampah dari dua wilayah tersebut untuk sementara di relokasi di TPA Landih.
Di balik itu kalangan DPRD Bangli mempertanyakan keseriusan dari Walikota Denpasar akan mengirim sampah ke TPA Landih.
Wakil Ketua DPRD Bangli I Nyoman Budiada melihat munculnya pro dan kontra dari masyarakat terkait rencana pengiriman sampah ke TPA Landih adalah hal yang sangat wajar. Politisi dari Partai Golkar ini mengatakan sejatinya sejauh ini belum ada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pengiriman sampah tersebut ke TPA Landih.
”Keputusan belum final, sejauh ini belum ada penadatanganan PKS antara Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung dengan Pemkab Bangli, memang kordinasi sedang intens dilakukan,” jelas Budiada, Jumat (2/1/2026).
Terkait rencana pengiriman sampah ke TPA Landih, Nyoman Budiada mengatakan sejauh regulasi membenarkan dan sebelumnya telah dilakukan kajian teknis terkait dampak lingkungan tidak masalah untuk sementara sampah dikirim ke TPA Landih.
“Sepanjang didukung dengan kajian dan memberikan kontruksi besar bagi Bangli tidak masalah untuk sementara waktu sampah dikirim ke TPA Landih,” ungkap politisi asal Banjar Sanda Desa Satra, Kintamani ini.
Kata Budiada wacana pengiriman sampah dari Denpasar dan Badung mendapat atensi dari pemerintah pusat, bahkan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Fasisol Nurofiq sempat meninjau kondisi TPA yang dibangun tahun 2008 tersebut.
“Menteri LH menekankan sebelum dioperasikan TPA Landih perlu peningkatan, baik dari sisi infrastruktur maupun sarana prasarananya,” kata Budiada.
Budiada justru mempertanyakan apakah Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memang serius akan mengirim sampah yang tidak bisa diolah di TPS3R ke Bangli.
”Memang Bapak Wali Kota serius mau kirim sampah ke Bangli. Sebab, statementnya sudah sempat bikin gaduh Bangli,” tanya Budiada. (750)
