BANGLI | patrolipost.com – Termakan Iming-iming bisa segera diberangkatkan bekerja ke luar negeri, Wayan Edy asal Banjar Teruna, Tamanbali, Bangli justru jadi korban penipuan. Edy pun akhirnya melaporkan pelaku GMS asal Banjar Tegalalang Kelurahan Kawan, Bangli ke Polres Bangli.
Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Ngakan Ketut Erawan Paramita saat dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026) membenarkan adanya laporan tersebut. ”Kasus ini masih kita dalami,” ujarnya.
Dari keterangan pelapor, kasus ini bermula korban dikenalkan oleh pamannya I Komang Suarila dengan terduga pelaku berinisial GMS. Dalam pertemuan tersebut terduga pelaku mengaku bisa mempekerjakan korban sebagai tenaga kerja di salah satu perkebunan di Inggris dengan gaji sebesar Rp 28-30 juta per bulan masa kontrak 1 tahun.
Terduga pelaku mengatakan jika ada keinginan bekerja ke luar negeri dikenakan uang muka sebesar Rp 12 juta. Untuk lebih meyakinkan terduga pelaku mengatakan paling lambat 2 bulan setelah uang muka disetor pasti berangkat dan jika sampai tidak berangkat uang dikembalikan.
“Karena merasa yakin, akhirnya korban di tanggal 12 juli 2022 membayar sebesar Rp 12 juta dan bahkan korban bersama teman-temanya membuat grup WA,” kata perwira asal Desa Sidan, Gianyar ini.
Lanjut Kasat Reskrim, setelah dua bulan menunggu korban dipanggil oleh terduga pelaku ke kantornya yang beralamat di Jalan Kebo Iwa Gianyar guna mengurus visa. Korban kembali memberikan uang ke terduga pelaku dengan total Rp 26 juta.
”Uang Rp 25 juta untuk urus visa dan Rp 1 juta untuk biaya lainnya,” ungkap AKP Ngakan Erawan.
Korban mulai curiga karena pengurusan visa tidak jelas dan akhirnya korban mengatakan kepada terduga pelaku tidak jadi berangkat bekerja ke luar negeri.
”Korban kemudian meminta kepada terduga pelaku agar uangnya dikembalikan, namun terduga pelaku hanya mengembalikan Rp 18 juta dan setelah sekian lama ditunggu terduga pelaku tidak juga mengembalikan uang sisa Rp 20 juta. Selanjutnya korban melapor ke Polres Bangli,” tegas AKP Ngakan Erawan.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan petugas. Nanti nama-nama yang ada di group WA tersebut akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” ujarnya. (750)
