Dua Tahun Sabar Menanti, Ratusan Atlet Riau Gelar Demo Tagih Janji Bonus PON

atlet1
Niken, salah satu atlet disabilitas Niken memperlihatkan medali yang berhasil diraihnya pada Peparnas 2024, saat ikut demo tagih bonus di kawasan Stadion Utama Riau di Pekanbaru, Kamis (6/8/2026). (kompas.com)

PEKANBARU | patrolipost.com – Ratusan atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga menggelar aksi demonstrasi di gerbang Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, Kamis (6/8/2026). Mereka menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera melunasi bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 yang hingga kini belum dibayarkan sepenuhnya.

Aksi tersebut bertepatan dengan kegiatan senam pagi dan penanaman pohon dalam rangka memeriahkan HUT ke-69 Provinsi Riau yang digelar di Stadion Utama Riau. Sejak pukul 06.00 WIB, para atlet dan pelatih telah berkumpul mengenakan seragam PON Aceh-Sumut 2024 sambil membawa medali yang mereka raih.

Sejumlah atlet disabilitas juga ikut dalam aksi tersebut. Ada yang menggunakan kursi roda maupun tongkat. Selain membentangkan spanduk berisi tuntutan pelunasan bonus, para atlet membawa sebuah kardus bertuliskan “Sumbangan untuk Korban Bencana Olahraga” sebagai bentuk sindiran terhadap nasib atlet yang belum menerima hak mereka secara penuh.

Aksi itu menyita perhatian para pegawai Pemprov Riau yang berdatangan ke stadion untuk mengikuti kegiatan peringatan hari jadi provinsi.

Salah seorang peserta aksi, Muhammad Luthfi (30), pelatih angkat berat Riau, mengatakan demonstrasi dilakukan karena bonus yang dijanjikan pemerintah belum juga dibayarkan secara penuh setelah hampir dua tahun.

“Yang dibayarkan baru 43 persen. Sisanya belum ada kejelasan,” ujar Luthfi dikutip dari kompas.com. Menurut dia, aksi damai tersebut merupakan puncak kekecewaan para atlet dan pelatih.

“Kami sudah capek meminta hak kami. Capek bertanding, capek juga minta bonusnya. Kemarin janji awal tahun dibayar, tapi tidak juga dibayar,” ungkap Luthfi. Ia berharap dapat menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto yang dijadwalkan menghadiri acara di stadion.

“Jadi kami ingin menyampaikan aspirasi ini langsung kepada Gubernur Riau yang akan datang ke acara senam di stadion ini,” katanya.

Atlet atletik Riau, Budi (30), yang meraih medali emas pada PON Aceh-Sumut 2024 mengaku baru menerima sekitar 45 persen dari bonus yang dijanjikan.

“Saya dapat medali emas, bonusnya Rp 300 juta. Kemarin dibayar 45 persen Rp 129 juta. Tapi yang diterima Rp 123 juta, karena dipotong pajak 5 persen,” kata Budi.

Budi berharap pemerintah segera melunasi sisa bonus tanpa kembali memberikan janji.

“Harapannya segera dibayarkan semuanya, jangan janji-janji saja, karena sudah dua tahun kami menunggu,” ujarnya.

Hingga pukul 09.00 WIB, ratusan atlet dan pelatih masih bertahan di gerbang Stadion Utama Riau sambil menunggu kedatangan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung. (kpc/zar)

Pos terkait