DENPASAR | patrolipost.com – Peristiwa berdarah terjadi di depan Club Horason Jalan Labuhan Said, Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan, Selasa, 26 Oktober 2026 pukul 02.49 Wita. Dua WNA Algeria, Abdul dan Faisal M Alzahrani menikam dua orang driver ojek online (Ojol) yang sedang mencari penumpang di depan tempat hiburan malam itu. Tak hanya itu seorang security proyek Hotel Somos tak jauh dari Club Horason juga terkena tikaman pelaku.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa berdarah itu berawal dari dikeluarkannya 3 orang WNA pengunjung Club Horason yang membuat keributan di dalam club oleh pihak Security.
“Pada saat tiga orang WNA tersebut berhasil dikeluarkan, terjadi perselisihan antara ketiga WNA pengunjung Club Horazon tersebut dengan para driver Ojek yang saat bersamaan sedang mangkal untuk mencari pelanggan,” ungkap seorang sumber di lapangan.
Akibatnya, dua WNA Abdul dan Faisal M Alzahrani melukai dua orang driver Ojek Online dan satu orang security dengan menusuk bagian perut dan pinggang korban.
“Kedua terduga pelaku sudah diamankan setelah polisi mendapat laporan dari call center 110. Tetapi keduanya masih belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut alias masih bungkam,” ujarnya.
Korban Jekson Kabobu Ndabar (30) menyampaikan bahwa, saat sedang menunggu orderan di depan Club Horazon dia melihat ada pengunjung club yang keluar dalam keadaan ribut dan diduga membawa pisau. Korban yang pada saat kejadian berada di depan club itu, tiba tiba dihampiri oleh pelaku kemudian ditusuk pada bagian perut sebelah kanan.
Sementara korban Engki Bura Gela (29) menjelaskan, pada saat kejadian dirinya sedang menunggu orderan di depan Club Horason. Dia melihat adanya keributan yang dilakukan oleh para pelaku. Korban yang pada saat itu berdiri di depan club untuk mencari penumpang tiba-tiba dihampiri pelaku kemudian ditusuk pada bagian punggung sebelah kiri.
Sedangkan korban Korneus Due (23) menjelaskan, pada pukul 02:35 Wita dirinya sedang bekerja sebagai security melaksanakan shift malam di proyek hotel Somos Jalan Labuan Sait dan melihat ada dua WNA yang terlibat keributan di depan Club Horason. Setelah itu, mereka lari ke arah depan proyek tempat korban berkerja. Pada saat itu salah satu WNA terjatuh dan hampir ditabrak mobil. Melihat hal tersebut korban hendak menolong, namun dari arah belakang tiba-tiba korban ditusuk di bagian punggung sebelah kiri oleh pelaku.
Sementara keterangan saksi security Club Horason Patrianus Beos (40), pada pukul 02.25 Wita saksi melihat adanya keributan yang dilakukan oleh tiga orang WNA di dalam Club Horason karena resek dan mengganggu pengunjung yang lain. Setelah ketiga WNA tersebut berhasil dikeluarkan dari dalam Club, kemudian sesampainya di luar WNA tersebut terlibat keributan atau gesekan dengan para gojek yang berada di luar club untuk menunggu orderan.
Saksi Jesmi Manjiu Kali (23) menyampaikan, pukul 02.30 Wita saksi melihat adanya keributan yang terjadi di depan Club Horason yang mana pada kejadian tersebut melibatkan WNA dengan para pengemudi ojek Online yang pada saat itu sedang mangkal di depan Club Horason.
“Melihat para terduga pelaku yang pada saat itu sudah berhasil diamankan dan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saksi kemudian membawa para WNA tersebut ke Mapolsek Kuta Selatan untuk diamankan,” terang sumber itu.
Saksi lainnya, Sefnat Demas Namah (27) menerangkan, pada pukul 02.30 Wita ia sedang melintas di depan lokasi keribuatan. Oleh karena itu, ia kemudian berhenti dan melihat apa yang terjadi. Kemudian ia menemukan dua orang korban yang merupakan rekannya sendiri dalam kondisi berdarah pada bagian punggung dan perut.
“Melihat hal tersebut saksi langsung menghubungi keluarga saksi untuk membawa mobil dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan,” tuturnya. (007)
