Duta Bapang Barong Bangli Raih Juara II pada Ajang PKB 2026

bapang barong1
Duta Bapang Barong Bangli Raih Juara II pada Ajang PKB 2026

BANGLI | patrolipost.com – Prestasi gemilang diraih duta Bangli pada lomba tari Bapang Barong  pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Diwakili Sanggar Swara Padma Bhuana, Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli berhasil meraih juara II pada lomba bergensi ini.

Ketua Sanggar Swara Padma Buana I Kadek Yus saat dikonfirmasi mengatakan apa yang diraih tidak terlepas dari semangat dan kekompakan penabuh dan tukang bapang khu dan juga dukungan dari semua pihak. Menurutnya, selama persiapan yang berlangsung hampir 6 bulan, berbagai penggodokan dilakukan, baik penabuh dan tukang bapang.

Bacaan Lainnya

Kalau penabuh yang menjadi seleksi bobot pukulan (tetekes dan tetekep) juga pengadeg (performancenya). Sedangkan untuk tukang bapang fisik dan teknik permainannya.

“Untuk duta bapang barong ini 80% berasal dari Desa Undisan dan sisanya dari desa lain di Kabupaten Bangli”, ungkapnya, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya dalam lomba bapang barong ini, pihaknya menonjolkan ciri khas  yang mungkin tidak dimiliki Kabupaten lain yakni “Nyimar Setengah” yang dikomposisikan dengan pakem-pakem yang ada dalam kriteria.

“Nyimar Setengah ini merupakan lokal Genius (ciri khas) bapang barong Kabupaten Bangli hingga saat ini,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, raihan yang dicapai dalam ajang lomba bergengsi pentas seni se-Bali ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan yang telah lama di nanti-nanti Kabupaten Bangli untuk menunjukan kreatifitas seni budaya.

“Apa yang diraih saat ini tidak hanya menjadi kebanggaan kami dan Desa Undisan, namun lebih dari itu juga bagi Kabupaten Bangli,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dewa Voks selaku pembina tari mengatakan selain perfomance Nyimar  Setengah yang ditampilkan lebih vulgar dalam lomba saat ini, pihaknya juga menekankan pada permainan tedung. Yang mana pada permainan tedung kita berani gambling yakni 50:50.

“Risiko yang dimaksud, jika permainan tedung berhasil dipastikan Bangli masuk nominasi dan begitu juga sebaliknya,” sebutnya.

Kata Dewa Voks, raihan yang dicapai saat ini tentunya menjadi pemantik ke depan untuk lebih meningkatkan perfomance. Bahkan pihaknya telah mencari review-review kembali terhadap bapang barong klasik di Bangli.

“Astungkare setelah tahun sebelumnya gagal tahun ini Bangli bisa meraih juara II. Dengan dukungan semua seniman barong di Bangli serta berbagai pihak, tahun depan semoga bisa meraih juara I,” harapnya.

Sementara itu, Dega Pande selaku penata tabuh (komposer) menyampaikan secara konsep pihaknya tetap mengangkat tetabuh bebarongan yang ada di Bangli. Cuman dalam proses kreatifnya berdasarkan intelektual, seperti pengolahan sejumlah gebug (pukulan) dengan tetap berpatokan pada pakem kriteria lomba.

Dan secara proses, banyak dilalui seperti pertukaran personel dengan instrumennya masing-masing, mengubah teknik memegang pangul, gaya duduk dan tak kalah pentingnya tetekep (intonasi).

“Pada intinya bapang barong tahun ini kita mengangkat kejujuran dalam artian semangat kekompakan siap berlatih tanpa paksaan, sehingga menghasilkan performance yang maksimal”, ungkapnya.

Disingung terkait rasa optimis dan pesimis bisa meraih juara, Dega Pande mengatakan pihaknya tetap berpatokan pada rasa ikhlas. Yang mana dalam ikhlas ada memberi dan menerima. “Dengan raihan saat ini kita memang membanggakan, namun semua proses yang dilalui dari persiapan hingga tampil tetap ada keikhlasan dan kejujuran”, bebernya.

Sementara itu, Bendesa Adat Undisan I Made Sudiasa menyampaikan apresiasi atas raihan yang dicapai duta bapang barong Bangli. Dikatakan, ini merupakan bentuk semangat jengah atas kegagalan-kegagalan tahun sebelumnya.

Dengan semangat jengah, dalam proses persiapan, pihaknya bersama masyarakat Undisan bahkan melakukan  upacara  ngaturang piuning dengan nyejeran pejati agar bisa mendapatkan taksu dan dilancarkan Ida sesuhunan sampai pentas.

“Raihan ini bagi kami merupakan suatu kebanggaan sekaligus menjadi bukti bahwa Bangli bisa bangkit,” tegasnya.

Ke depannya, pihaknya berharap kreatifitas dalam menjaga dan melestarikan seni budaya di Kabupaten Bangli tetap eksis bahkan bisa meningkat dengan pembinaan-pembinaan berbagai pihak.

“Dukungan berbagai pihak termasuk anggaran tentunya menjadi titik tumpu dalam upaya meraih sebuah prestasi. Dalam kesempatan ini juga kami mengucapkan rasa trima kasih yang sebesar besarnya kepada  semua pihak  yang telah mendukung dan  memberikan motivasi hingga bisa meraih prestasi,” kata Made Sudiasa. (750)

Pos terkait