Hadiri London Climate Action Week 2026: Gubernur Koster Dorong Kebijakan Sampah dan Transportasi Hijau untuk Bali

gub kosterx
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri undangan London Climate Action Week 2026. (ist)

LONDON | patrolipost.com –  Gubernur Bali Wayan Koster memenuhi undangan Secretariat Climate Group untuk menghadiri acara Opportunity Summit Perdana  Climate Group dan Program Under2 Coalition pada London Climate Action  Week 2026, pada 20 – 24 Juni 2026. 

Dalam gelaran tersebut Gubernur Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke BIFFA, badan usaha pengelolaan limbah dan daur ulang terbesar di Inggris. 

Bacaan Lainnya

Gubernur Koster meninjau langsung fasilitas modern yang memilah sampah non-organik rumah tangga dan industri. 

Sistem di BIFFA memungkinkan sampah plastik dipilah menggunakan mesin canggih untuk dijual kembali sebagai bahan baku industri, sementara sampah kemasan didaur ulang menjadi produk baru bernilai ekonomi.

Setelah peninjauan lapangan, agenda dilanjutkan dengan rapat mendalam bersama manajemen BIFFA dan PACK UK (Packaging PRO Appointed to Deliver Extended Producer Responsibility for Packaging Scheme), untuk membahas kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR). 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan, Bali telah menyiapkan kajian awal untuk menyusun rancangan Peraturan Daerah terkait tanggung jawab tambahan produsen terhadap sampah yang mereka hasilkan. 

“Meski demikian, finalisasi rancangan Perda ini masih menunggu diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) yang sedang disiapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai turunan UU Nomor 18 Tahun 2008,” jelas Koster.

Menanggapi hal itu, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa rancangan Perpres akan segera diselesaikan dan siap menjadikan Bali sebagai daerah percontohan nasional dalam penerapan kebijakan EPR.

Gubernur Wayan Koster juga menggelar pertemuan strategis dengan PricewaterhouseCoopers (PwC) dan Transport for London. 

Pertemuan ini difokuskan untuk membahas perkembangan inisiatif di Bali yang didukung oleh Future Cities Infrastructure Programme (FCIP), menyelaraskan prioritas strategis, serta menjajaki peluang dukungan teknis jangka panjang.

Selain itu, pihak Pemprov Bali memanfaatkan momen ini untuk menyerap wawasan berharga dari pengalaman London dalam mengelola sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi, termasuk mempelajari model tata kelola, mekanisme pembiayaan, dan pengembangan mobilitas yang berkelanjutan.

Gubernur Koster memaparkan kebijakan visioner “Bali Energi Bersih” yang berlandaskan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019, serta regulasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai melalui Pergub Nomor 48 Tahun 2019.

“Seluruh sistem transportasi ramah lingkungan ini merupakan wujud nyata dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang berbasis kearifan lokal Sad Kerthi,” tegasnya.

Di akhir pertemuan, Gubernur Koster mengajak PwC untuk bekerja sama secara konkret dalam merancang model transportasi ramah lingkungan terintegrasi yang nantinya akan diimplementasikan di kawasan metropolitan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita).

London Climate Action Week 2026 ini mempertemukan para pembuat kebijakan senior, eksekutif perusahaan global besar, investor, serta komunitas iklim yang lebih luas untuk membuka gelombang baru daya saing  energi bersih.

London Climate Action Week 2026 merupakan salah satu acara independen terbesar di dunia yang berfokus pada perubahan iklim, dengan menghadirkan  ratusan kegiatan dan acara di seluruh London, baik secara langsung, hybrid,  maupun daring. (pp06)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *