I Made ‘Ariel’ Suardana Dapat Dukungan 212 Suara Jadi Ketua Peradi SAI Denpasar

ketua peradi1
I Made "Ariel" Suardana (jas hitam) bersama sejumlah figur advokat yang mendeklarasikan dirinya sebagai calon Ketua Peradi SAI Denpasar. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Pengacara kondang, I Made “Ariel” Suardana resmi didaftarkan sebagai calon Ketua Peradi SAI Denpasar setelah memperoleh dukungan lebih dari 200 anggota yang tergabung dalam kelompok Solidaritas Advokat Untuk Perubahan (SAUP). Pendaftaran dilakukan pada Jumat (12/6/2026) yang diterima panitia Musyawarah Cabang (Muscab) II Peradi SAI Denpasar, pukul 12.12 Wita.

Sebanyak 212 lembar dukungan beserta kartu tanda anggota (KTA) diserahkan tim pendukung yang terdiri dari unsur advokat senior, advokat muda, hingga advokat perempuan.

Deklarasi pencalonan Ariel dihadiri 12 figur advokat, di antaranya I Made Kadek Artha, SH, I Made Somya Putra SH MH, Yanuar Nahak SH, Indra Prasetya SH, Ni Luh Sukawati SH, Rinata, Turah, Gungde dan lainnya. Munculnya nama Ariel sebagai kandidat disebut berada di luar perkiraan banyak pihak. Selama ini pria yang akrab disapa IMAS tersebut lebih dikenal aktif menangani berbagai isu publik, penegakan hukum, serta kegiatan organisasi kemasyarakatan dibandingkan terlibat dalam kontestasi organisasi profesi.

Koordinator SAUP, I Made Kadek Artha, mengungkapkan bahwa pencalonan Ariel lahir dari dorongan kuat para advokat senior maupun generasi muda yang menginginkan sosok berpengalaman memimpin organisasi di tengah tantangan profesi yang semakin kompleks. 

“Beliau memiliki rekam jejak panjang sebagai advokat dan pernah memimpin organisasi profesi. Kami membutuhkan figur yang sudah teruji, bukan sekadar mencoba-coba,” ungkapnya kepada wartawan seusai pedaftaran.

Hal senada disampaikan I Made Somya Putra. Menurutnya, dukungan kepada Ariel muncul dari aspirasi akar rumput yang menginginkan pemimpin dengan integritas dan keberanian dalam memperjuangkan penegakan hukum. 

“Organisasi membutuhkan figur yang sudah terbukti. Rekam jejak beliau selama ini jelas dan konsisten dalam memperjuangkan keadilan,” katanya.

Sementara Ariel sendiri mengaku sempat tidak berniat mengikuti pemilihan ketua. Namun derasnya dukungan yang datang dari berbagai kalangan advokat membuat dirinya akhirnya bersedia maju. 

“Saya awalnya tidak berkeinginan ikut dalam proses pemilihan ini. Tetapi karena adanya dorongan dan harapan dari rekan-rekan, akhirnya saya memutuskan maju,” ujarnya.

Ariel memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan apabila dipercaya memimpin Peradi SAI Denpasar. Salah satunya adalah membangun sekretariat organisasi yang terpisah dari kantor pribadi pengurus guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota. 

Selain itu, ia berencana membentuk Barisan Advokat Muda sebagai wadah kaderisasi dan pengembangan kapasitas generasi baru advokat. Sistem komunikasi organisasi juga akan diperkuat melalui pembentukan koordinator di seluruh kabupaten dan kota di Bali sehingga penyebaran informasi tidak hanya bergantung pada grup percakapan digital.

Ariel juga berkomitmen meningkatkan pendidikan dan pelatihan profesi, memperluas kerja sama dengan institusi pendidikan maupun aparat penegak hukum, serta memberikan pendampingan maksimal terhadap anggota yang menghadapi persoalan hukum saat menjalankan profesinya. 

Salah satu komitmen yang paling ditekankan adalah upaya melawan praktik mafia peradilan. Ariel menegaskan sikapnya tidak berubah sejak lama, termasuk ketika memimpin organisasi advokat sebelumnya. 

“Saya akan all out melawan mafia peradilan. Advokat harus kritis dan tidak boleh menjadi pihak yang dimanfaatkan. Organisasi juga harus hadir membela anggota yang menghadapi kriminalisasi dalam menjalankan profesinya,” tegasnya.

Dukungan terhadap Ariel juga datang dari kalangan advokat muda. Putu Indra Prasetya menilai sosok Ariel memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di dunia advokat serta dikenal berani dan konsisten memperjuangkan berbagai persoalan hukum. 

“Beliau bukan hanya didukung para senior, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari advokat muda yang ingin organisasi ini semakin aktif, progresif, dan bermartabat,” tandasnya. Sementara advokat perempuan Ni Luh Sukawati menilai Ariel merupakan figur yang mampu mengakomodasi kepentingan anggota serta memiliki kepedulian tinggi terhadap isu perempuan dan anak.

Muscab II Peradi SAI Denpasar sendiri dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli 2026. Dari sekitar 500 anggota, sekitar 450 anggota diperkirakan memiliki hak suara dan akan menentukan nahkoda baru organisasi advokat tersebut untuk empat tahun ke depan. (007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *