JAKARTA | patrolipost.com – Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (16/8/2026) pukul 16:00 WIB sebanyak 53 orang meninggal dunia akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedangkan korban luka berat dan ringan tercatat 135 orang, serta sedikitnya 5.000 warga mengungsi.
Lokasi para korban yang tewas terpencar di beberapa kabupaten yakni: Kabupaten Sikka: empat jiwa, Kabupaten Manggarai: 25 jiwa, Manggarai Timur: 20 jiwa, Ende: 2 jiwa, Manggarai Barat: 1 jiwa, Nagekeo: 1 jiwa.
Kemudian untuk korban luka-luka, baik ringan maupun berat, mencapai 135 orang. Paling banyak berada di Manggarai Timur.
BNPB turut mencatat bahwa hingga 16 Agustus 2026 per pukul 15.00 WIB, muncul 995 kali gempa susulan. Namun, imbuh BNPB, dari angka itu masyarakat cuma merasakan sekitar 46 kali gempa.
Selain korban meninggal dunia, sekitar 5.000 orang mengungsi akibat gempa.
Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa.
Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai total 2.078 jiwa.
Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa.
Pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian kini menjadi salah satu prioritas penanganan darurat.
Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, makanan, obat-obatan, selimut, velbed, pasokan air bersih, hingga genset. Bantuan mendesak juga diperlukan di bidang kesehatan.
Menurut data Kementerian Kesehatan pada Sabtu (15/8/2026), dari 21 rumah sakit di kabupaten-kabupaten yang terdampak gempa, sebanyak enam RS rusak ringan dan tiga RS rusak berat.
Dari tiga RS yang mengalami rusak berat, satu berada di Kabupaten Manggarai (RS Ruteng) dan dua lainnya berada di Kabupaten Nagekeo (RS Pratama Raja dan RS Aeramo).
Adapun dari 190 puskesmas, sebanyak 37 puskesmas rusak sedang dan 20 puskesmas rusak berat. Puskesmas-puskesmas itu tersebar di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada. (cnn/zar)






