BEKASI | patrolipost.com – Sedikitnya tujuh penumpang tewas dan puluhan luka-luka setelah Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak Kereta Listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026). Peristiwa itu bermula saat KRL dari arah Jakarta menuju Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Kereta itu berhenti lantaran terdapat Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak mobil taksi. Ketika berhenti, muncul dari arah belakang Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek langsung menghantam KRL.
“Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” kata Munir salah seorang penumpang di lokasi, dikutip dari Kompas.com.
Munir menjelaskan, akibat kejadian itu, gerbong perempuan Commuter Line rusak parah. Sejumlah penumpang di dalam gerbong kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup bangku dan gerbong yang hancur.
Saat ini, sekira pukul 22.39 WIB, proses evakuasi terhadap para korban tengah dilakukan. Evakuasi para penumpang tampak dilakukan di gerbong KRL. Sementara itu, Hendri, penumpang KRL Bekasi–Jakarta, mengaku mendengar suara keras seperti ledakan saat kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
“Ya kalau kedengerannya seperti suara bom, saking kencangnya,” ujar Hendri, dikutip dari tayangan live Kompas TV, Senin.
Sebelum insiden terjadi, rangkaian KRL disebut tiba di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.30 WIB. Hendri mengatakan, KRL itu berhenti cukup lama karena adanya lintasan kendaraan mobil di sekitar jalur stasiun.
“Jadi tadi sebenarnya kereta ini mendahului kereta saya dari Bekasi Timur sekitar 15 menit,” kata Hendri. Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang rangkaian KRL, termasuk gerbong khusus perempuan yang mengarah ke Cikarang.
“Nah ini Argo Bromo nabrak gerbong belakang yang ditempatkan perempuan, agak masuk ke dalam. Jadi korban kita enggak tahu berapa jumlahnya, ini sedang dievakuasi,” ujarnya.
Hendri mengaku kejadian berlangsung sangat cepat dan disertai kondisi panik di dalam rangkaian kereta. Ia menyebut muncul asap tebal setelah benturan keras terjadi.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permintaan maaf atas insiden kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur.
“Jadi malam ini ada kejadian kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Kami dari KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohohan maaf, bela sungkawa yang sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya,” ungkap Manager Humas DAOP 1 Jakarta Franoto Wibowo.
Franoto mengatakan, pihaknya memastikan tengah melakukan evakuasi terhadap para korban dalam kejadian tersebut.
Proses evakuasi melibatkan kepolisian TNI, Basarnas, pemadam kebakaran, PMI, dan tenaga kesehatan lainnya.
“Untuk korban kami berusaha untuk mengevakuasi ke rumah sakit terdekat. Tercatat di rumah sakit ada dua korban meninggal dunia, sekali lagi kami DAOP 1 Jakarta memohon maaf dan berbelasungkawa sebesar-besarnya,” tutur Franoto. (kpc/zar)
