SEMARAPURA | patrolipost.com – Kadisdikpora Klungkung Drs Ketut Sujana memastikan seluruh siswa yang sempat tercecer tidak diterima di beberapa sekolah SMPN di Klungkung akhirnya sejak Minggu (12/7/2026) sùdah tertampung di semua sekolah yang ada di Klungkung.
Dalam keterangannya, Senin (13/7/2026) Sujana menjelaskan, walaupun Rombel wajib yang seharusnya 32 dilebihkan demi memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar, apalagi domisili mereka dekat dengan sekolah. Anak harus diterima agar tidak sampai putus sekolah maupun nantinya tidak dapat ijazah karena tidak dapat sekolah.
“Kita pastikan semua siswa tertampung jangan sampai terjadi drop out. Hari ini kita bersurat ke Kemendiknas pusat dengan alasan biar anak itu tertampung semua,” ungkapnya.
Dirinya mengaku sempat turun ke sekolah dengan Kabid Dikdas ke beberapa SMPN yang ada di Kota Semarapura seperti SMPN 1 Semarapura. Di sini ada 9 Rombel yang diterima bertambah lagi 65 siswa total yang diterima 288 siswa, SMPN 2 ada 9 rombel diterima 288 siswa, SMPN 3 ada 8 rombel diterima 256 siswa.
Memang sesuai ketentuan untuk masing-masing Rombel ada 32 siswa dan jumlah Rombel ada 9 kelas, baik di SMPN 1 SP dan 9 di SMPN 2 SP, namun karena menghindari drop out jumlah siswa ditambah di setiap Rombel.
Menurut Kadisdikpora Ketut Sujana hal itu terpaksa ditempuh dengan memakai jalur relaksaksi bagi siswa yang tidak diterima di sekolah di wilayah domisilinya. Namun tetap sesuai SOP yang mengatur bagi siswa yang tercecer tidak diterima di salah satu sekolah yang ada di wilayah domisili mereka.
“Jadi semua siswa yang tercecer sudah diterima, kita tempuh jalur relaksaksi dengan minta izin ke Kementerian Diknas dan izin Bupati Klungkung agar siswa yang tercecer ini bisa diterima di salah satu SMP yang dituju,” pungkasnya. (roni)
