Kesetrum Listrik Saat Buat Kandang Ayam, Warga Blungbang Tewa Mengapung di Kolam Lele

tenggelam1
Kolose foto petugas saat lakukan olah TKP terhadap warga yang tenggelam di kolam lele. (ist)

BANGLI | patrolipost.com Ngakan Made Kelaci (60) asal Banjar Blumbang Kelurahan ,Kawan Bangli ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kolam lele miliknya yang berlokasi di areal persawahan Subak Palak, tepatnya di sebelah Utara Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B pada Jumat (12/6/2026). Kuat dugaan pensiunan pegawai negri ini meninggal dunia karena tersengat arus listrik saat membuat kandang ayam.

Informasi yang berhasil dihimpun, kronologis kejadian berawal saksi Atyanto Tasi bermaksud meminjam arko milik korban untuk mengangkut pakan ayam. Karena beberapa kali dipanggil, korban tidak menyahut lantas buruh ternak ayam ini  masuk ke pondok korban.Saksi mendapati lampu pondok mati. Selanjutnya saksi menyalakan lampu dan sempat duduk sambil memanggil korban namun tidak ada yang menyahut.  Saksi kemudian sempat menoleh ke kolam lele milik korban yang berada persis  di samping pondok.

Bacaan Lainnya

Alangkah terkejutnya saksi ketika melihat korban dalam keadaan kaku, tangan kiri memegang kayu dan kaki kiri berada di atas air serta posisi kepala terendam di air kolam .

Kemudian saksi menghubungi bosnya tempat bekerja I Nyoman Arta Budi Sujana. Mendapat informasi seperti itu I Nyomani Arta Budi Sujana menghubungi rekannya Tangkas Senawirawan dan kemudian langsung meluncur ke lokasi. Sesampai di lokasi Tangkas Senawirawan menghubungi pihak keluarga korban dan selanjutnya pihak keluarga melapor ke pihak Kepolisian.

Kapolsek Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra saat dikonfirmasi Sabtu (13/6/2026) membenarkan adanya kejadian tersebut.

”Menindaklanjuti laporan petugas dari Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Bangli telah turun melakukan olah TKP,” ujar Kompol Sudarma Putra.

Beber Kompol Sudarma Putra adapun hasil olah TKP diantaranya  korban ditemukan mengapung di kolam sambil memegang papan kayu. Selain itu korban mengalami luka pada bagian gusi dan mulut sebelah kiri keluar darah serta lebam di bahu sebelah kanan.

“Pada bagian lengan kanan sudah kaku dan memegang mesin gerinda dan tangan bagian kiri memegang colokan warna putih yang diduga masih ada aliran listrik,” jelasnya.

Disamping itu hasil olah TKP dan pemeriksaan luar jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Setelah olah TKP selanjutnya pada pukul l 21.30 Wita, jenazah dibawa ke ruang  Istalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Bangli. Dari hasil  koordinasi dengan pihak keluarga, kata Kompol Sudarma Putra, keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak berkenan untuk dilakukan visum maupun otopsi.

”Korban meninggal dunia akibat dari kelalaiannya tanpa memperhatikan faktor keamanan pada saat menggunakan mesin gerinda tersambung dengan arus listrik yang mengakibatkan korban kesetrum,” jelas Kompol Sudarma Putra. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *