Lagi, WN Malaysia Meninggal saat Diving di Crystal Bay Nusa Penida

wn malaysia1
Tim penyelamat mengevakuasi korban dari lokasi. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Musibat laut kembali terjadi di Crystal Bay Nusa Penida, Klungkung. Setelah sebelumnya Minggu (13/9/2026) turis Inggris tewas tenggelam, kali ini warga Negara (WN) Malaysia meninggal dunia saat aktivitas diving.

Musibah terjadi pada Rabu, 16 September 2026 sekira pukul 11.10 Wita di Perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida. Korbannya, Siti Nuraini Binti Rusidi (40), kewarganegaraan Malaysia alamat (sementara) Dive Concepts Lembongan, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida.

Bacaan Lainnya

Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa SH membenarkan adanya musibah wisatawan asing meninggal saat melakukan kegiatan diving di Crystal Bay.

Dari keterangan saksi yang mengetahui musibah tersebut yakni Eugenius Francisco Ray (Guide) dan Richard Pontoh (Captain) dan Wanda Salone (Guide) peristiwa terjadi Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 08.00 Wita. Korban bersama saksi 1, Saksi 2, dan tiga orang lainnya melakukan penyelaman/diving di dua lokasi perairan Nusa Penida.

Saat tiba di lokasi pertama, Manta Bay, saksi 1 melihat korban batuk-batuk dan menanyakan kesehatannya sebelum menyelam, Namun korban menyatakan mampu mengikuti kegiatan, sehingga penyelaman dilakukan dan berjalan lancar.

Setelah selesai di Manta Bay, rombongan melanjutkan ke lokasi kedua yakni Crystal Bay. Sekitar pukul 11.00 Wita saksi 1, saksi 2, dan korban bersama rombongan sampai di lokasi kedua di Crystal Bay. Saat itu saksi 1 kembali menanyakan apakah korban ikut menyelam atau menunggu di boat. Korban menyatakan tetap ikut menyelam.

Saksi 1, korban, dan tiga orang lainnya kemudian menyelam di Crystal Bay. Mereka sempat terkena arus cukup kencang namun masih bertahan. lalu muncul arus kedua yang lebih kuat, menyebabkan tiga orang lainnya terbawa arus dan kemudian saksi 1 menyuruh korban tetap di tempat, dan saksi 1 bergerak mencari ketiga orang tersebut.

Setelah arus mereda, saksi 1 bersama ketiga orang lainnya mencari korban dan melihat korban sedang menyelam bersama rombongan saksi 3.

Kemudian saat itu, saksi 3 melihat korban memberi isyarat kehabisan oksigen dan tampak panik, hingga melepaskan alat pernapasannya. Sehingga saksi 3 memberikan alat pernapasan miliknya. Awalnya ditepis oleh korban, namun Saksi 3 tetap memastikan alat terpasang pada korban lalu mengajaknya naik ke permukaan.

Sesampainya di permukaan saksi 3 mengajak korban ke boat, sesampainya di boat Saksi 2 dan Saksi 3 melihat korban mengeluarkan busa dari hidung dan mulut, namun korban masih merespons. Dengan cepat Saksi 2 segera membawa korban ke Dive Concepts Lembongan untuk dibawa ke Klinik Nusa Medika. Sedangkan Saksi 3 kembali menyelam karena rombongannya masih beraktivitas.

“Namun saat dijemput pihak Klinik Nusa Medika, korban sudah tidak merespons. Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan dari Crystal Bay menuju Dive Concepts Lembongan,” ujar Kasi Humas.

“Jenazah korban sudah diberangkatkan pada pukul 17.00 Wita menggunakan boat dari Dive Concepts Lembongan dari Pelabuhan syahbandar Desa Jungutbatu menuju ke Pelabuhan Sanur dan selanjutnya menuju ke Rumah Sakit Bali Mandara,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan tim Nusa Medika, diduga kuat korban meninggal dunia akibat henti nafas, namun penyebab kematian yang pasti belum dapat ditentukan.

“Sementara itu, dari pihak keluarga akan melakukan tindakan otopsi dan terkait kejadian ini masih ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Nusa Penida,” pungkasnya. (roni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *