Minat Tinggi, LPK Hishou Berangkatkan 4.000 Tenaga Kerja Bangli ke Jepang 

wayan suardita1
I Wayan Suardita. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Animo pemuda asal Bangli untuk  bekerja ke negara Jepang tergolong cukup tinggi. Sejak berdiri tahun 2015 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hishou Universal Style yang beralamat di Desa Yangapi, Tembuku ini  telah memberangkatkan sekitar 4.000 tenaga kerja asal Bangli untuk bekerja di berbagai sektor di Negeri Sakura itu.

Owner IPK Hishou, I Wayan Suardita mengatakan antusiasme masyarakat tetap tinggi meski persaingan global semakin ketat. Saat ini, tercatat sekitar 500 siswa sedang menempuh pendidikan /pelatihan di LPK tersebut. Dia merinci bahwa untuk periode bulan Maret ini saja, terdapat sekitar 300 orang yang dipersiapkan untuk terbang ke Jepang.

“Minat anak-anak ke Jepang luar biasa sekali. Saat ini ada 200 orang yang sedang persiapan berangkat dan sudah masuk tahap karantina,” ujar Suardita pada Kamis (5/3/2026).

Menurut dia, gelombang pendaftar baru dari lulusan SMA/SMK juga terus mengalir. Tercatat sudah ada 70 orang pendaftar baru yang siap mengikuti kursus intensif selama tiga bulan sebelum menghadapi tahap interview dan seleksi akhir. Terkait sektor pekerjaan, Suardita menyebutkan bidang pengolahan makanan saat ini menjadi primadona yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Namun, sektor lain seperti perhotelan, restoran, perawat, pertanian, hingga konstruksi tetap menjadi pilihan bagi para kandidat.

“Untuk Provinsi Bali, kami termasuk yang paling banyak mengirimkan tenaga kerja ke negara matahari terbit itu,” jelasnya

Disinggung mengenai pembiayaan yang sering kali menjadi kendala bagi warga kurang mampu, Suardita mengatakan sangat terbantu dengan adanya program strategis hasil sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bangli. Para pemuda ber-KTP Bangli yang terkendala biaya dapat memanfaatkan program ‘Dana Talang’ melalui Bank Pasar Bangli.

“Ini program Pak Bupati Bangli untuk membantu pemuda Bangli yang punya keinginan kuat ke Jepang tapi tidak punya biaya. Sementara bagi warga luar Bangli, kami juga bekerja sama dengan pihak koperasi untuk bantuan dana talang,” tandasnya

Untuk rincian biaya, Suardita memaparkan bahwa total biaya dari nol (kursus) hingga berangkat mencapai Rp 46 juta.

“Rata-rata keberangkatan per bulan mencapai 50 hingga 100 orang. Mereka dikontrak selama tiga tahun untuk bekerja di sana. Kami berharap program ini terus mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga para pekerja migran di Bangli,” harapnya. (750)

Pos terkait