YOGYAKARTA | patrolipost.com – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau warga atau kader Muhammadiyah di Bali tidak melaksanakan takbir keliling dan tidak menggunakan pengeras suara saat malam Idul Fitri. Imbauan itu disampaikan karena perayaan Idul Fitri tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi yang dijalankan umat Hindu di Bali.
Haedar meminta umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah di Bali, menjaga harmoni serta menghormati umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi.
“Terkhusus warga Muhammadiyah, takmir masjid Muhammadiyah, dan umat Islam di Bali, atas dasar toleransi diharapkan tidak melaksanakan takbir keliling maupun menggunakan pengeras suara. Takbir dapat dilaksanakan di rumah atau di masjid masing-masing tanpa pengeras suara,” kata Haedar, Senin (16/3/2026) petang.
Terkait pelaksanaan shalat Idul Fitri, Haedar juga mengimbau warga Muhammadiyah dan umat Islam untuk melaksanakannya di lapangan terbuka. Namun, apabila kondisi tidak memungkinkan, Shalat Id dapat dilaksanakan di masjid atau tempat lain yang memungkinkan.
Haedar menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan waktu Idul Fitri hendaknya disikapi dengan sikap saling menghormati. Ia juga berharap berbagai ruang publik dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri, terlepas dari adanya perbedaan waktu perayaan di kalangan umat Islam.
“Pada substansinya, mari Idul Fitri ini, baik dalam kesamaan maupun perbedaan, kita jadikan momentum untuk menggali dan mengimplementasikan sumber-sumber pencerahan agama bagi kehidupan kita, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa, bernegara, hingga kehidupan global,” pungkas Haedar.
Untuk diketahui, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini tercantum dalam maklumat resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang memuat hasil perhitungan hisab untuk Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.
Keputusan tersebut didasarkan pada hasil perhitungan hisab yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dengan menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Berdasarkan perhitungan itu, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 30 Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC. Pada saat matahari terbenam di hari terjadinya ijtimak tersebut, sebelum pukul 24.00 UTC, sudah terdapat wilayah di permukaan bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, sehingga 1 Syawal 2026 jatuh pada tanggal 20 Maret. (kpc)






