Operasi Keselamatan di Jalur Nasional, Puluhan Pelanggar Terjaring

1 terjaring1
Puluhan pengendara yang kedapatan melanggar terjaring razia yang digelar di ruas Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, Selasa (3/2/2026). (ist)

NEGARA | patrolipost.com – Antisipasi arus mudik Lebaran 2026 sudah dipersiapkan sejak dini. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah keamanan, ketertiban dan keselamatan berlalu lintas terutama pada angkutan umum.

Aparat kepolisian di Jembrana bersama instansi terkait tengah mengintensifkan razia terhadap pengguna jalan. Petugas gabungan dari Satlantas Polres Jembrana dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jembrana mengintensifkan razia di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk. Seperti razia yang digelar di wilayah Desa Kaliakah, Selasa (3/2/2026) berhasil menjaring puluhan pengendara. Petugas menemukan beragam pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran tersebut di antaranya surat kendaraan seperti STNK, KIR, dan SIM yang telah habis masa berlakunya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, ditemukan pula kendaraan travel yang tidak memiliki izin trayek, angkutan umum yang tidak laik jalan akibat lampu sein atau lampu belakang mati, serta kendaraan barang yang melebihi batas muatan atau overload. Namun puluhan kendaraan terjaring, dengan pelanggaran terbanyak pengendara roda dua tanpa helm.

Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan mengatakan razia ini adalah bagian dari Operasi Keselamatan Agung 2026. Ia menyatakan kegiatan ini merupakan ramp check yang juga sekaligus cipta kondisi menjelang masa angkutan Lebaran.

“Ini adalah ramp check dalam rangka Operasi Keselamatan Agung 2026 dan sebagai upaya cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat nanti,” ujarnya.

Pihaknya memastikan kegiatan ini masih akan terus selama dua pekan ke depan. Pelaksanaan operasi ini sudah dimulai terhitung sejak Senin (2/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026) mendatang.

Sementara itu, salah satu pengendara berinisial MM yang terjaring razia Selasa kemarin berdalih hanya keluar sebentar tanpa helm untuk membeli bahan bakar di SPBU yang jaraknya dekat dari rumahnya. “Saya tidak mengira ada razia. Tadi lewat ke sini (jalur Denpasar-Gilimanuk) cuma mau beli bensin di SPBU dekat,” ungkapnya. MM bersama puluhan pelanggar yang terjaring diberikan surat teguran  dan diminta tidak mengulangi pelanggaran.

Sebelumnya ratusan personel Polres Jembrana bersama instansi terkait telah disiagakan dalam Operasi Keselamatan Agung-2026 ini. Wakapolres Jembrana Kompol I Ketut Darta Apel Gelar Pasukan, Senin (2/2/2026) pagi mengatakan bahwa keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) memiliki peran yang sangat strategis. Terlebih bagi Pulau Bali yang menjadi daerah tujuan wisata nasional dan internasional.

Sasaran utama operasi ini adalah pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan fatalitas, seperti pemotor tidak menggunakan helm atau pengemudi mobil tanpa sabuk pengaman, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, menggunakan ponsel saat berkendara, serta perilaku berbahaya lainnya di jalan. “Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan, pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas juga mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan serta memastikan kelayakan angkutan umum, khususnya menjelang arus mudik dan angkutan Lebaran yang berlangsung pada Maret yang akan dating.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, terlebih menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026,” tandasnya. (pam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *