Peringati Hari Kartini, Dokter Bagus Gelar Pameran Lukisan di Living World

lukisan1
Dokter Bagus Darmayasa menggelar pameran lukisan di Living World Denpasar memperingati Hari Kartini. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Puri Raharja dr Gede Bagus Darmayasa MM MRepro kembali menggelar pameran lukisan hasil goresannya. Kali ini, ia berkolaborasi dengan pusat perbelanjaan Living World menggelar pameran lukisan memperingati Hari Kartini ke-147 Tahun 2026 bertempat di Loby Utama Living World mulai Rabu, 22 April 2026 hingga Kamis, 30 April 2026.

Dokter Bagus mengingatkan semua pihak bahwa semangat Kartini harus hidup setiap saat melalui pameran lukisan tunggal bertajuk “Goresan Emansipasi Spirit Kartini”. Sebanyak 52 lukisan karya dokter Bagus yang dipamerkan. Di mata dokter Bagus, Ibu adalah sosok mulia, pendidik pertama, dan sumber kasih sayang tanpa syarat yang merawat, mendidik, dan melindungi buah hatinya dengan sabar.

Bacaan Lainnya

Dalam lukisan-lukisannya, dokter Bagus menampilan ibu sebagai wanita tangguh yang rela mengesampingkan kebutuhan pribadinya demi kebahagiaan anak, serta menjadi tempat pulang yang memberikan ketenangan.

“Saya ingin menampilkan sekali lagi sosok Ibu, perempuan tempo dulu hingga kini yang tangguh sekaligus peran perempuan Indonesia dari masa ke masa,” ungkapnya.

Sementara beberapa lukisan bertema alam fauna. Menariknya, satu lukisannya adalah Tuhan Yesus saat Disalibkan. Sebanyak 52 lukisan dipajang dengan kemasan eksklusif. Medium yang digunakan beragam, mulai dari cat akrilik di kanvas, sketsa pensil, hingga teknik campuran.

Mengenai pameran lukisan di mall Living World, Dokter Bagus mengaku memiliki misi lebih mendekatkan kesenian, khususnya lukisan dengan masyarakat. Hal yang sama juga juga berlangsung di Atrium Ground Floor Mall Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten pada 22–26 April 2026 yang menghelat pameran lukisan bertajuk “Resonance Art Exhibition 2026 (Pop and Play)”.

Menurutnya, pameran lukisan di mall punya banyak manfaat, baik buat seniman, pengunjung, maupun mall itu sendiri.

“Untuk seniman dan dunia seni hal ini membuka akses publik lebih luas. Mall itu tempat lalu lalang ribuan orang tiap hari. Karya jadi dilihat bukan cuma oleh kolektor, tapi juga ibu-ibu, anak sekolah, sampai bapak-bapak yang lagi nunggu istri belanja. Seni jadi lebih membumi,” katanya.

Pameran kesenian, khususnya lukisan di mall jadi “pintu masuk” pertama masyarakat untuk mengenal lukisan, teknik, dan cerita di baliknya. Ini juga jadi eksposur bagi seniman muda karena tidak perlu harus menunggu galeri besar, mereka bisa unjuk gigi dan bangun nama. Untuk pengunjung mall tersaji pengalaman baru selain belanja, yakni ada nilai budaya yang bisa dinikmati secara cuma-cuma.

“Mall nggak cuma soal makan, minum, dan nonton. Ada nilai budaya yang bisa dinikmati gratis. Bikin suasana lebih hidup. Ajak anak lihat lukisan, bisa jadi cara mengenalkan seni, sejarah, dan empati. Contohnya tema Kartini atau tema sosial lainnya,” ujar mantan Dirut RS Bali Mandara ini. Dokter Bagus juga mengucapkan terima kasih kepada Manajemen Living World Denpasar.

“Saya berterima kasih karena Living World Denpasar bersedia menjadi ruang publik yang peduli budaya, bukan cuma pusat konsumsi,” pungkasnya. (007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *