Polda Bali Ungkap 111 Kasus, Selamatkan 40.846 Orang dari Bahaya Narkoba

narkoba1
Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali menggelar konferensi pers terkait hasil Operasi Antik Agung 2026. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Selama 16 hari Operasi Antik Agung 2026, dari 13 – 28 Mei jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnakoba) Polda Bali berhasil mengamankan 138 tersangka dari 111 kasus yang diungkap. Dari total barang bukti yang disita senilai Rp 13 miliar, Polda Bali berhasil menyelamatkan 40.846 jiwa dari bahaya narkotika. 

“Keberhasilan ini mampu menyelamatkan 40.846 jiwa generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” ujar Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya kepada wartawan di Mapolda Bali, Rabu (10/6/2026).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Daniel Adityajaya, Operasi Antik Agung ini berfokus pada Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) demi menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden RI. Anggotanya berhasil menyapu bersih seluruh Target Operasi (TO) serta mengungkap puluhan kasus non-TO. 

Sebanyak 138 tersangka dari 111 kasus yang diungkap, dengan rincian TO  77 kasus dengan jumlah 77 orang pelaku. Sedangkan non-TO sebanyak 37 kasus berhasil diungkap dengan mengamankan 61 orang pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui memiliki peran strategis sebagai penjual, pengedar, perantara, hingga kurir narkoba. 

Akumulasi barang bukti yang disita, yaitu Sabu sebanyak 6.279,22 gram netto, Ganja: 2.123,41 gram netto, Ekstasi 584 butir, Mephedrone 937 butir, Tembakau Gorila (Sintetis) 53,46 gram netto, Pil Koplo 1.282 butir, Kokain: 23,5 gram netto. 

“Terkait barang bukti 937 butir Mephedrone ini merupakan hasil kerja sama Ditresnarkoba dan Bea Cukai Bandara Ngurah Rai, dengan tersangka WNA asal Ukraina berinisial BL. Pelaku diamankan di Bandara Ngurah Rai Bali dengan barang bukti di dalam koper tersangka yang baru turun dari pesawat Qatar Airways dari Polandia,” terangnya.

Ditresnarkoba Polda Bali paling banyak menggungkap 31 kasus dengan jumlah 41 orang tersangka, serta barang bukti 5,1 kg sabu, 2 kg ganja, 937 butir mephedrone dan 461 butir ekstasi. Kemudian disusul Polresta Denpasar dengan 22 kasus dan 26 orang pelaku, serta barang bukti 992,05 gram sabu dan 50 butir ekstasi. 

Selanjutnya Polres Badung, 13 kasus dengan 14 orang tersangka dan barang bukti 63,17 gram sabu, 76,23 gram ganja dan 1,94 gram kokain. Polres Buleleng sebanyak 10 kasus dan 10 orang tersangka dengan barang bukti 18,82 gram sabu dan 21,56 gram kokain. Polres Tabanan ada 7 kasus dengan 8 orang pelaku dan 18,28 gram sabu. 

Polres Gianyar ada 6 kasus, 8 orang pelaku dan 4,73 gram sabu. Polres Karangasem ada 5 kasus dengan 8 orang pelaku, serta barang bukti 25,03 gram sabu dan 19 butir ekstasi. Kemudian Polres Jembrana ada 5 kasus dengan pelaku 6 orang dan barang bukti 19,54 gram sabu dan 1.282 butir pil koplo. Polres Klungkung ada 5 kasus dengan jumlah pelaku 6 orang dan barang bukti 12,86 gram sabu dan 4 butir ekstasi. Polres Bangli kebagian 4 kasus dengan pelaku 6 orang dan barang bukti 0,81 gram sabu. Terakhir Polres Bandara Ngurah Rai hanya 3 kasus dengan jumlah pelaku 5 orang dan barang bukti 1,06 gram sabu dan 3,30 gram ganja

Para tersangka mengedarkan narkotika golongan I di wilayah Bali melalui jalur darat serta memanfaatkan jalur udara (pesawat) dari luar negeri khusus untuk penyelundupan jenis Mephedrone.

Untuk memberikan efek jera, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Primer dan Subsider: Pasal 609 ayat (2) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, serta Pasal 610 ayat (2) huruf a dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun. Dan Undang – Undang Narkotika: Pasal 114 ayat (1) dan (2) serta Pasal 111 ayat (1) dan (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman mulai dari minimal 5 tahun penjara hingga pidana mati, pidana seumur hidup, serta denda miliaran rupiah. 

“Kami tidak berhenti sampai di sini saja. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mencari jaringannya atau pelaku yang lainnya. Saat ini, tim penyidik masih terus melakukan pemeriksaan mendalam guna membongkar jaringan narkoba ini hingga ke akar – akarnya, baik jaringan nasional maupun internasional,” tegas mantan Kapolda Kalimantan Utara ini.

Jenderal bintang dua ini juga menegaskan, bahwa Bali bukan tempat yang aman bagi peredaran gelap Narkoba. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama – sama menjaga Bali sebagai destinasi wisata yang aman dan bersih dari peredaran gelap narkoba. 

“Bagi masyarakat yang menemukan peredaran narkoba segera laporkan kepada Polri melalui hotline 110 bebas pulsa,” pungkasnya.

Pada saat itu juga, Daniel Adityajaya memimpin pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu secara simbolis dengan cara diblender. Polda Bali beserta jajaran langsung melakukan pemusnahan barang bukti di wilayah masing – masing, dimana pemusnahan barang bukti merupakan salah satu tindakan profesionalisme Polri dalam penegakan hukum. (007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *