Polisi Korban Kecelakaan di Simpang Pludu Kintamani Meninggal Dunia

polisi1
Alm Aiptu Putu Ngurah Sudiatmika, korban kecelakaan lalu lintas. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Ngoerah pasca mengalami kecelakaan lalu lintas di simpang empat Pludu, akhirnya Aiptu Putu Ngurah Sudiatmika (53) meninggal dunia. Sudiatmika adalah anggota Polri yang bertugas di Polsek Tembuku sebagai Kepala Seksi Umum (Kasium).

Pria asal Lingkungan Batursari, Desa Bitera, Kecamatan Gianyar itu mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah Denpasar pada Senin (20/7/2026).

Bacaan Lainnya

Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Nyoman Widantara mengungkapkan setelah terlibat kecelakaan  korban dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah karena mengalami cedera kepala berat.

“Kecelakaan terjadi pagi, korban sempat dibawa ke RSUD Bangli dan sorenya dirujuk ke sana (RSUP Prof Ngoerah),” ungkap Widantara, Selasa (21/7/2026).

Terkait proses hukum, Widantara menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, posisi korban dinilai lemah. Korban diduga tidak berhenti sebelum memasuki jalur utama.

“Semestinya korban berhenti sebelum masuk ke jalur utama. Truk yang menabrak ini berada di jalur utama,” ujarnya.

Saat kecelakaan terjadi, korban mengendarai sepeda motor dinas Polri bernomor registrasi X 2807-33. Kendaraan tersebut ditabrak truk bernomor polisi P 8098 ED yang dikemudikan I Wayan Pustika (44) warga Banjar Yeh Mekecir, Desa Dangin Tukadaya, Kabupaten Jembrana.

Kata AKP Widantara kecelakaan berawal  ketika truk melaju dari arah Selatan menuju Utara. Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah Timur menuju Barat. Diduga korban langsung memasuki persimpangan tanpa berhenti sehingga truk yang melintas di jalur utama tidak sempat menghindar. Benturan tersebut mengakibatkan korban terpental dan terjatuh ke selokan.

Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka berat. Sudiatmika sempat mendapat penanganan di Puskesmas Kintamani VI, kemudian dirujuk ke RSUD Bangli sebelum akhirnya menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Ngoerah Denpasar dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *