JAKARTA | patrolipost.com – Sebanyak 12 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal hendak diselundupkan ke Malaysia melalui Perairan Selat Malaka pada Kamis (27/2). Beruntung, mereka berhasil diselamatkan oleh KRI Lepu-861 yang tengah melaksanakan Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor Malindo). Sehingga belasan WNI selamat dari ancaman dan pekerja ilegal.
Komandan KRI Lepu-861 Mayor Laut (P) Anshari Ahmad Junaidi menyampaikan hal itu melalui keterangan resmi, Jumat (28/2). Dia menyampaikan bahwa pihaknya mendapat kontak visual kapal motor yang bergerak mencurigakan. Pergerakan tersebut, langsung diperiksa menggunakan radar sehingga posisi kapal motor itu terdeteksi lebih presisi. Yakni berada dalam jarak 3 nautical mile di perbatasan.
KRI Lepu-861 langsung melakukan pengejaran dan menghentikan kapal motor itu. Para prajurit TNI AL di atas kapal perang tersebut lantas menggeledah isi kapal motor tersebut. ”Dari hasil pemeriksaan di tengah laut, didapati 12 orang yang diduga merupakan PMI non prosedural (ilegal) dan tiga ABK kapal yang rencananya akan menuju Malaysia,” ungkap Mayor Anshari.
Tidak hanya mengangkut 12 PMI ilegal, kapal motor tersebut juga membawa cadangan bahan bakar, sembako, dan satu bandel judi bingo. Temuan tersebut langsung dilaporkan oleh KRI Lepu-861 kepada Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha. Belasan PMI ilegal itu pun langsung dibawa ke Markas Komando Lanal Tanjung Balai Asahan.
”Selanjutnya 12 PMI non prosedural diserahkan kepada kantor Imigrasi Tanjung Balai Asahan. Sedangkan tiga ABK kapal dan barang bukti berada di Mako Lanal Tanjung Balai Asahan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas dia.
Dalam Patkor Malindo, TNI AL turut mengantisipasi maraknya tindak pidana di laut dengan menurunkan deteksi dini melalui unsur KRI yang terus berpatroli dan Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I yang selalu siap siaga menjaga jalur laut. Mereka memperketat pengawasan di jalur-jalur penyelundupan, khususnya di wilayah perbatasan yang rawan seperti Selat Malaka. (305/jpc)