JAKARTA | patrolipost.com – Presiden RI Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Posisi Dadan kini digantikan oleh Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Pencopotan ini belum genap dua tahun sejak Dadan dilantik oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 19 Agustus 2024. Pelantikan Dadan pada saat itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 94P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Dikutip dari situs resmi BGN, Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat tahun 1967. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.
Gelar doktor (Dr rer.Hort) diraihnya dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman, dalam bidang Entomologi Terapan (1997–2000), dengan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Sejak 1992, Dadan mengabdi sebagai Dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB dan dikukuhkan sebagai Lektor.
Karier kepemimpinan Dadan Hindayana mencakup berbagai posisi strategis, seperti Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB, Ketua STPK Banau Halmahera Barat, dan Konsultan lintas Kementerian. Dia juga dikenal sebagai akademisi, birokrat, dan penggerak transformasi kelembagaan dengan pengalaman luas di sektor pendidikan, pertanian, dan pembangunan sumber daya manusia.
Pada 2001 sampai 2002, Dadan pernah mengemban tugas sebagai Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi IPB. Kemudian, ia melebarkan sayapnya sebagai Direktur Direktorat Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB pada 2003-2008. Masih pada tahun yang sama, Dadan juga menjabat sebagai Direktur Ad-interim Direktorat Kerja Sama IPB dari 2007-2008.
Lalu pada 2014-2022, Dadan sempat menjadi Ketua STPK Banau Halmahera Barat. Baru pada 2024-2026, Dadan memegang amanah dari Jokowi sebagai Kepala Badan Gizi Nasional RI.
Penyesalan Setahun Menjabat Kepala BGN
Dadan pernah berkelakar bahwa dirinya menyesal setelah setahun menjabat sebagai kepala BGN karena selalu dikejar-kejar oleh wartawan.
“Akhirnya sudah satu tahun selalu dikejar-kejar wartawan. Makanya saya ditanya, menyesal enggak jadi kepala badan? Menyesal jadi terkenal,” ujar Dadan sambil tersenyum di Jakarta, 19 Agustus 2025 lalu.
Menurut Dadan, sejak awal dirinya tidak terbiasa tampil di media. Namun, pembentukan BGN pada 15 Agustus 2024 membuatnya mau tidak mau menjadi sorotan publik. Dadan bercerita, ketika ia dilantik sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024, ia hadir tanpa protokoler mengingat lembaga tersebut belum memiliki karyawan. “Bayangkan saja, saya dilantik sendirian tanpa diantar protokoler, karena memang belum ada pegawai satu pun di Badan Gizi Nasional. Foto pelantikan saya pun diambil langsung dari Sekretariat Negara,” kata dia. (kpc/zar)





