Tarif Parkir Naik 100 Persen, Warga Keluhkan Pelayanan dan Jalan Rusak

parkir
Salah satu kawasan parkir di Klungkung. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Pemkab Klungkung melalui Dinas Perhubungan resmi menaikkan tarif parkir sepeda motor dari Rp 1000 menjadi Rp 2000 dan mobil dari Rp 2000 menjadi Rp 3000 per Maret 2026. Sudah sekitar 6 bulan tarif itu diberlakukan, namun belum ada perubahan dalam hal pelayanan parkir serta masih banyak jalan rusak yang menjadi tanggung jawab Dishub.

Menurut beberapa warga pemilik sepeda motor, dengan naiknya tarif parkir logikanya tentu pendapatan asli daerah (PAD) juga naik. Namun sejauh ini tidak ada progres dari Dishub, baik dalam hal pelayanan parkir, misalnya pengadaan rambu-rambu, maupun perbaikan jalan yang masih banyak rusak.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Anak Agung Gede Putra Wedana dihubungi, Rabu (23/9/2026), menyatakan kenaikan ini sudah melalui kajian matang bersama akademisi Unud. Tujuannya memang rada ambisius demi mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2,24 miliar di tahun 2026.

Terkait pelaksanaan parkir yang dipungut petugas parkir yang sudah ada, dia memastikan sudah berjalan dengan baik. Namun ada hal yang agak menghambat yaitu adanya pergeseran kantong-kantong parkir di Klungkung maupun di kawasan wisata di Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan.

“Pelaksanaan parkir sesuai Perda yang dilaksanakan di sekitar 20 titik, yang jelas sudah tertata dengan baik dan sudah ada peningkatan,” ungkapnya.

Sementara ini untuk pungutan parkir di pasar-pasar Klungkung, Dishub berkolaborasi  dengan instansi terkait seperti Disperindag dan Satpol PP.

“Kita akui ada pergeseran  lahan parkir di kota karena ada pusat ekonomi yang bergeser seperti Cahaya Melati sehingga mulai berkurang karena banyak swalayan mini,” ujarnya

Sedangkan pungutan di area wisata seperti di Nusa Penida  ada yang dikelola perseorangan. Oleh karena itu yang memungut parkir dari desa adat seperti Batununggul.

Namun realita di lapangan apakah adil mengejar target miliaran rupiah dengan menaikkan tarif parkir di saat ekonomi sedang tidak baik-baik saja? Hal itu dikeluhkan Dewa Oka, salah seorang pengguna jalan. Dia minta prasarana jalan yang masih banyak berlobang agar dibenahi dulu.

“Bagi saya, kenaikan tarif parkir dua kali lipat untuk sepeda motor itu sangat berat. Banyak warga bertanya-tanya, jika tarif parker naik, apakah pelayanan parkir dan keamanan kendaraan juga akan meningkat, atau justru tetap sama saja? Jangan sampai tarifnya sudah naik, tapi pengaturan parkir di lapangan masih semrawut,” pungkasnya. (roni)

Pos terkait