SEMARAPURA | patrolipost.com – Kabupaten Klungkung menunjukkan potensi besar dalam pembinaan atlet bulu tangkis usia muda. Tampil di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Bali 2026, kontingen Klungkung mendominasi kelas taruna dengan memborong tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Hasil ini sekaligus mengantarkan Klungkung mewakili Bali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2026 di Kudus, Jawa Tengah, pertengahan Desember mendatang.
Tiga medali emas Klungkung diraih dari nomor ganda taruna putra, ganda taruna putri, dan ganda taruna campuran. Sementara itu, medali perak diperoleh dari tunggal taruna putra dan perunggu dari tunggal taruna putri.
Di nomor ganda taruna putra, pasangan Komang Andika Saputra/Made Sudiarta tampil impresif hingga partai final. Keduanya sukses menaklukkan pasangan wakil Badung, Ofier/Rasya, untuk mengamankan medali emas.
Prestasi serupa ditorehkan pasangan Gusti Ayu Sri Pradnyandari/Ketut Gyanendra di nomor ganda taruna putri. Mereka berhasil mengatasi perlawanan pasangan Gladis/Sri Pradnya yang juga berasal dari Kabupaten Badung.
Emas ketiga dipastikan melalui nomor ganda taruna campuran. Gusti Ayu Sri Pradnyandari yang berpasangan dengan Made Sudiarta mampu mengalahkan pasangan Hugo/Jenifer, wakil Badung, untuk melengkapi dominasi Klungkung di podium tertinggi.
Kejurprov PBSI Bali 2026 berlangsung pada 8–11 Oktober di GOR Mekar, Seririt, Kabupaten Buleleng. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi para atlet Klungkung untuk menghadapi persaingan di level nasional.
Ketua Pengkab PBSI Klungkung Nyoman Widana, mengaku bangga dengan pencapaian para atletnya. Menurut dia, semangat juang, kekompakan, serta kedisiplinan dalam menjalankan arahan pelatih menjadi faktor penting di balik raihan lima medali tersebut.
“Mudah-mudahan sukses ini menjadi modal saat Klungkung turun di Kejurnas,” ujar Widana, Minggu (11/10/2026).
Meski puas dengan hasil yang diraih, Widana menegaskan masih ada sejumlah catatan yang perlu dievaluasi. Pembenahan diperlukan agar kelemahan yang terlihat selama Kejurprov dapat diperbaiki sebelum para atlet menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Apresiasi juga datang dari Ketua Umum KONI Klungkung Anak Agung Gde Anom. Sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi, KONI Klungkung memberikan bonus langsung kepada atlet yang berhasil meraih juara.
“KONI Klungkung bersyukur sekaligus bangga dengan semangat para pebulutangkis yang turun di Kejurprov 2026. Sukses kali ini semoga menjadi pemantik pada Kejurnas berikutnya,” kata Gde Anom.
Raihan tiga emas di kelas taruna menjadi sinyal positif bagi pembinaan bulu tangkis Klungkung. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi prestasi melalui latihan terukur, evaluasi teknik dan mental bertanding, serta persiapan yang lebih matang.
Dengan tiket Kejurnas di tangan, para atlet muda Klungkung kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa prestasi di tingkat provinsi dapat menjadi pijakan untuk bersaing di panggung nasional. (roni)





