BANGLI | patrolipost.com – Di Usia ke 40 cakupan layanan Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli tergolong masih rendah yakni di angka 31 persen dari total jumlah penduduk Bangli. Berbagai upaya dilakukan perusahan daerah ini guna meningkatkan cakupan layanan.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi mengatakan untuk cakupan layanan berkisar 31 persen dari jumlah penduduk Bangli dan teknis pelayanan di angka 51 persen.
Kata Suparso Mesi hingga Desember 2025 tercatat secara administrasi jumlah pelanggan sebanyak 24.611 pelanggan. Lantas untuk peningkatan layanan, kata Suparso Mesi pihaknya tahun ini tidak mau memasang target terlalu tinggi.
”Peningkatan layanan harus diimbangi dengan ketersedian produksi air, untuk meningkatkan produksi air tentu butuh investasi yang besar,” ujar Dewa Suparso Mesi didampingi Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Ida Bagus Prenawa saat ditemui di sela- sela peringatan HUT ke-40 Perumda Air Minum Tirta Danu Arta pada Jumat (15/5/2026).
Kata direktur yang akrab dipanggil Dewa Rono ini untuk tahun ini pihaknya menargetkan penambahan 700 Sambungan Rumah (SR) tersebar di empat kecamatan. “Melihat produksi air kita masih mencukupi untuk penambahan 700 SR,” ungkapnya.
Sementara IB Prenawa mengungkapkan dalam rencana bisnis (2027-2031) PDAM memiliki program untuk peningkatan cakupan layanan di Kecamatan Kintamani yakni dengan melakukan optimalisasi sumber mata air Lembean, Kintamani. Dalam optimaliasi mata air Lembean butuh dana investasi yang tinggi.
”Perusahan telah mengajukan proposal bantuan ke Pemprov Bali untuk kegiatan optimalisasi sumber mata air Lembean, bantuan yang kita ajukan sebesar Rp 200 miliar,” sebut IB Prenawa.
Lanjutnya jika program optimalisasi sumber mata air Lembean bisa berjalan maka sudah barang tentu akan meningkatkan daerah layanan, khususnya di Kecamatan Kintamani.
Sementara terkait HUT kata IB Prenawa dalam HUT tahun ini mengusung tema ”Merangkai Harapan Dalam Kesederhanaan” dimana makna dari tema HUT yakni mencerminkan kondisi perusahaan saat ini dimana perusahan harus bisa melakukan efisiensi untuk dapat tingkatkan laba dengan harapan akumulasi kerugian yang ada bisa segera tertutupi.
“Serangkian HUT kita mengisi dengan berbagai kegiatan di antaranya gerak jalan santai, kegiatan gotong royong di sekitar kantor dan Pura Padmasana serta penyerahan paket sembako ke Yayasan Guru Kula,” sebut IB Prenawa. (750)
