SEMARAPURA | patrolipost.com – Jajaran Satreskrim Polres Klungkung all out melakukan penyelidikan untuk mengungkap misteri penyebab kematian I Nyoman Cita alias Mang Colik (50), warga Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, yang ditemukan meninggal dengan kondisi luka tusukan di perut di aliran Sungai Bubuh, Sabtu (4/7/2026) lalu. Garis polisi masih terpasang di lokasi yang berada di jalur menuju Perumahan Pesona Lepang.
Pihak keluarga almarhum Colik menggelar pecaruan di lokasi meninggalnya di kawasan Pesona Lepang di sungai Bubuh, Senin (6/7/2026). Di titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat masih hidup, keluarga sebelumnya juga sempat menghaturkan banten pengulapan.
Menurut Buda Ana, adik korban, pecaruan digelar agar misteri siapa pembunuh kakaknya bisa cepat terungkap.
“Saya serahkan proses pengungkapannya sepenuhnya kepada jajaran Polres Klungkung, dengan harapan siapa pembunuh kakak saya bisa cepat terungkap,” ujarnya.
Pengakuan warga sekitar, korban pernah dilihat ke lokasi tersebut bersama seorang temannya. Tidak diketahui aktivitas pasti, apakah mandi di tempat itu atau hanya bertemu sekadar ngobrol di pinggir jalan.
“Pak Mang Colik pernah sekali saya lihat bersama temannya di lokasi tersebut,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, lokasi tempat korban biasa mandi bukan merupakan pemandian umum. Tempat itu berada di tepi jalan menuju Perumahan Pesona Lepang, namun tidak terlihat dari jalan karena tertutup semak dan rumpun bambu. Kedalaman air di lokasi tersebut juga hanya sekitar di atas lutut orang dewasa.
“Tempat ini bukan pemandian umum. Biasanya hanya dipakai Mang Colik, sedangkan warga umumnya mandi di bagian Utara sungai,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo mengatakan penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti. Selain menyisir alur Sungai Bubuh, polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTv) di sejumlah titik.
“Tim kami sudah menelusuri CCTv di sekitar Bypass Ida Bagus Mantra dan sekitarnya. Kami terus mencari petunjuk,” kata Reno.
Polisi juga mendalami informasi hilangnya perhiasan emas milik korban yang diperkirakan memiliki berat sekitar 70 gram. Untuk itu, tim penyidik turut melakukan penelusuran ke sejumlah pedagang maupun toko jual-beli emas.
“Tim kami semua turun. Ada juga yang melakukan penelusuran ke pedagang atau toko jual-beli emas,” ujarnya.
Adik kandung korban I Ketut Buda Ana mengatakan, keluarga berencana mengabenkan jenazah. Namun, status kematian korban yang diduga tidak wajar membuat keluarga harus lebih dulu berkonsultasi dengan prajuru desa adat karena menyangkut kasus salah pati di adat Bali.
“Kami rencananya akan ngaben. Tapi karena meninggalnya diduga salah pati, kami masih meminta petunjuk desa adat apakah bisa langsung diaben atau harus melalui tahapan lain. Apa pun keputusannya nanti, kami akan mengikuti aturan adat,” ujarnya.
Selain itu, pelaksanaan pemakaman atau ngaben juga belum bisa segera dilakukan karena di banjar setempat masih berlangsung upacara adat.
“Jenazah masih dititipkan di RSUD Klungkung. Kami akan rembuk keluarga dulu untuk menentukan rencana pemakamannya,” katanya.
Sementara terkait hasil autopsi, Buda Ana mengaku keluarga hanya menerima penjelasan secara umum. Informasi yang diterima menyebutkan adanya luka akibat tusukan senjata tajam pada tubuh korban. Sedangkan hasil pemeriksaan forensik secara lengkap dan detail masih menjadi kewenangan penyidik dan tim dokter.
Keluarga berharap aparat Kepolisian dapat segera mengungkap pelaku di balik kematian Nyoman Cita. Menurut mereka, kondisi korban saat ditemukan menunjukkan adanya dugaan kuat tindak pidana. (roni)






