BANGLI | patrolipost.com – Aksi pencurian dengan cara hipnotis membuat resah pemilik warung di Bangli. Bahkan salah satu pemilik warung di Banjar Serokadan Desa Abuan, Kecamatan Susut yakni Ni Wayan Sariani menjadi korbannya.
Pedagang sembako ini kehilangan uang Rp 1,2 juta setelah diperdaya pelaku. Dari ciri-ciri pelaku kuat dugaan pelaku adalah warga negara asing (WNA) yang belum diketahui identitasnya.
Kapolsek Susut AKP I Nyoman Sucipta saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026) mengonfirmasi adanya kejadian tersebut.
”Benar ada kejadian seperti itu, Tim Opsnal sedang melakukan pendalaman,” ujarnya.
Menurut AKP Sucipta kronologis kejadian berawal pada Senin (18/5) sekira pukul 18.45 Wita korban yang saat itu sedang berjualan di warung miliknya tiba-tiba didatangi oleh pelaku.
Sucipta menuturkan, awalnya pelaku membeli telur ayam yang sudah matang seharga Rp10.000. Selanjutnya pelaku membayar menggunakan uang pecahan Rp 20.000 dan sudah terjadi transaksi yakni korban telah memberikan uang kembalian kepada pelaku Rp 10.000.
Tiba-tiba pelaku kembali mengeluarkan kertas Rp 50.000 sebanyak dua lembar untuk ditukarkan kepada korban dengan lembaran Rp 100.000 dan korban pun mengambilkannya. Kemudian pelaku kembali mengeluarkan uang Rp 50.000 (dan mau ditukar dengan lembaran Rp100.000). Uang dari korban sudah dimasukkan ke dalam dompet pelaku.
“Namun pelaku meminta lagi uang seratusan karena katanya gambar uang tidak sama. Dari situlah korban mulai bingung dan membuka laci menunjukkan bahwa tidak ada uang seratusan lagi di laci. Pelaku pun langsung menuju laci dan mengambil uang korban yang di laci serta uang yang ada di atas meja,” kata AKP Sucipta
Setelah berhasil memperdayai korbannya, pelaku langsung kabur menggunakan mobil yang diparkir sebelah Timur candi pembatas antara Banjar Serokadan dengan Desa Apuan.. Setelah pelaku kabur korban baru sadar kalau uang sudah diberikan semuanya kepada pelaku.
“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 1,2 juta dan petugas sedang mendalami kasus ini,” jelas AKP Nyoman Sucipta.
Informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku berjumlah dua orang. Satu pelaku menyasar warung milik korban dan satu pelaku lagi menyasar warung yang posisinya di sebelah warung milik korban.
“Kalau di warung sebelah pelaku tidak berhasil mendapatkan apa-apa karena pemilik warung sudah curiga dengan gelagat pelaku,” ujar Kapolsek. (750)





