BANGLI | patrolipost.com – Kasus gigitan anjing kembali terjadi di Kabupaten Bangli. Teranyar anjing yang diduga rabies menggigit tiga warga pada Senin (13/7/2026) sorei. Yang menghebohkan, salah satu korban gigitan anjing adalah warga negara asing (WNA) asal Cina.
Salah satu korban gigitan anjing yakni Ni Ketut Pitriani (42) asal Banjar Sedit Kelurahan Bebalang Bangli menuturkan, saat itu ia mengaku sedang berdiri di depan warung yang beralamat di LC Uma Aya, Bebalang. Tiba-tiba dari arah Barat datang seekor anjing berwarna putih. Tanpa disadari anjing tersebut tiba- tiba menyerang dan karena terkejut ia bermaksud lari ke dalam warung , namun terjatuh.
“Dalam posisi terjatuh, anjing yang kalap tersebut langsung menggigit bahu kanan saya,“ ujar Pitriani didampingi suaminya I Made Sujana Arta.
Lanjut Pitriani setelah tergigit ia berusaha lari ke dalam kamar guna menyelamatkan diri. Anjing tersebut baru lari setelah anjing peliharaannya datang.
Selain luka gigitan di bahu kanan, akibat terjatuh ia mengalami luka lebam pada bahu kiri dan luka lecet pada lutut kiri.
”Untuk penanganan luka gigitan kami langsung ke rumah sakit. Karena di rumah sakit tidak tersedia VAR maka untuk dapatkan VAR langsung ke Puskesmas Kayuambua, “ jelasnya.
Sementara I Made Sujana Arta yang notabene Kepala Lingkungan Banjar Sedit mengatakan pasca kejadian beberapa warga berusaha memburu anjing tersebut untuk dieliminasi. Bahkan pengejaran dilakukan sampai di depan Bangli Sport Center, namun anjing tersebut tidak ditemukan.
Baru sekitar pukul 19.00 Wita pihaknya mendapat informasi dari Kaling Banjar Kawan jika anjing yang menggigit istrinya telah berhasil dieliminasi .Selama pelarian anjing yang ada pemiliknya tersebut juga menggigit NI Ketut Suciasih (54) yang tinggal di sebelah utara Rutan Bangli.
“Informasi yang kami dapatkan bahwa anjing tersebut juga menggigit WNA asal Cina saat berbelanja di salah satu toko berjejaring di depan RSUD Bangli,” sebutnya.
Menyikapi kejadian ini, pihaknya berharap petugas dari Dinas PKP melakukan langkah antisipasi yakni melakukan vaksinasi atau eliminasi.
“Kawasan LC Aya memang kerap dijadikan tempat pembuangan anjing sehingga populasi anjing liar di sini sangat banyak,” ungkapnya.
Kepala Lingkungan (Kaling) Kawan I Nengah Sujena mengatakan dari kasus ini tidak ada warganya yang menjadi korban gigitan anjing yang diduga rabies tersebut.
“Untuk anjing telah berhasil kita eliminasi dan petugas dari Dinas PKP telah turun mengambil sampel otak anjing tersebut untuk dibawa ke Lab,” jelasnya.
Kasubag Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD Bangli Sang Kompiang Arie Wijaya membenarkan jika sempat merawat pasien atas nama Li Quijun (30) asal Cina. Pasien sampai di IGD RSUD Bangli sekira pukul 19.07 Wita dengan keluhan digigit anjing pada bagian paha kanan dan telah dilakukan rawat luka. Karena di RSUD Bnagli tidak tersedia VAR maka kami sarankan yang bersangkutan agar mencari VAR di Puskesmas atau klinik,” sebut Arie Wijaya.
Terpisah Kepala Sub Koordinator Kesehatan Hewan Dinas PKP Bangli I Made Armana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus gigitan anjing tersebut. Untuk memastikan apakah anjing tersebut terkontaminasi rabies, petugas telah turun mengambil sampel otak anjing guna diteliti di laboratorium,” ujarnya. (750)
