BANGLI | patrolipost.com – Enam pejabat eselon IIB Pemkab Bangli meluncurkan project perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Tahun 2026. Peluncuran berlangsung di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Kantor Bupati Bangli, Kamis (17/9/2026).
Enam inovasi dari masing-masing pejabat itu diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan tugas selama mengikuti pelatihan, tetapi dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Hal itu disampaikan Asisten I Setda Bangli I Made Ari Pulasari saat menghadiri peluncuran mewakili Bupati Bangli.
Ari Pulasari mengatakan, PKN merupakan program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama. Dalam pelatihan tersebut, peserta dituntut menuangkan gagasan dalam bentuk inovasi untuk mempercepat dan meningkatkan pelaksanaan tugas serta fungsi pemerintahan. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan peserta juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempercepat dan mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Kami berharap inovasi yang diluncurkan peserta PKN dapat menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan tersebut,” kata Ari Pulasari.
Sementara salah satu pejabat yakni Sekretaris DPRD Bangli I Nyoman Dacin meluncurkan inovasi “PENGLIPURAN BANGLI “(Pelayanan Legislasi, Integritas Persidangan, Upaya Regulasi, Aspirasi dan Notulensi)
I Nyoman Dacin menyampaikan bahwa pihaknya mengambil akronim PENGLIPURAN menjadi inovasi, mengingat selain sebagai kebangaan di dalamnya tersirat sebuah pengelolaan yang baik serta keindahan. Dan jika dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan di Dewan maka akan dapat memberikan sebuah paradigma yang adaptif di tengah gencarnya kegiatan.
“Oleh karena itu, kami mengadopsi PENGLIPURAN BANGLI untuk dijadikan implementasi dalam tugas dan fungsi (tupoksi) di DPRD Bangli,” ungkapnya.
Kata Dacin jika berkaca dari sistem pelaksanaan tugas yang ada saat ini, baik terhadap pengelolaan Reses, Pokir maupun persidangan semuanya masih menerapkan pada sistem manual dan konvensional.
“Sudah barang tentu, di tengah perkembangan teknologi serta arus digitalisasi saat ini dengan penerapan manual tersebut terkesan stagnan dan lambat,” jelas Sekwan asal Desa Jehem, Tembuku ini.
Sementara terkait fasilitasi legislasi, pihaknya merancang penerapan E-meeting (E-paperless). Diakuinya, upaya ini menjadi terobosan, mengingat selama ini dalam rapat-rapat kerja DPRD atau sidang Paripurna harus membawa cetakan, copy dan penggandaan serta notulen yang panjang, sehingga selain tidak maksimal juga kurang efektif dari segi waktu dan biaya.
“Selain E-paperless, sebagai langkah efektifitas tugas, kami merencanakan pembuatan proyek rumahan E-sidang yang didalamnya ada E-risalah dan E-notulen,” beber Dacin.
Menurutnya, penerapan sistem Elektronik (E-sistem) juga akan dilakukan pada penyampaian aspirasi, baik oleh masyarakat, aparatur pemerintahan serta stakeholder. Dengan begitu penyampaian aspirasi yang panjang bisa menjadi singkat, cepat dan akurat melalui aplikasi E-aspirasi yang akan disediakan.
“Dengan penerapan E-aspirasi tentunya penyampaian oleh masyarakat, aparatur pemerintahan dan stakeholder akan cepat diakomodir Dewan tanpa membuang ruang dan waktu,”ungkapnya.
Pihaknya berharap dengan penerapan inovasi-inovasi berbasis elektronik ini, mampu memudahkan tugas-tugas di organisasi khususnya di DPRD, meningkatkan efisiensi kinerja yang semuanya bermuara kepada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
“Semua proyek perubahan tidak bisa dilakukan sendiri, maka dari itu dukungan berbagai pihak untuk menyukseskan semua ini sangat kami butuhkan demi kemajuan Bangli,” jelas I Nyoman Dacin. (750)





