Jadi Kontraktor Ilegal di Bali, Warga Malaysia Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

wn malaysia(1)1
WNA Malaysia serta proyek dimana yanga bersangkutan jadi kontraktor. (ray)

DENPASAR | patrolipost.com – Terbukti menjadi kontraktor tanpa izin mengerjakan proyek properti di seputaran Jalan Dewi Saraswati Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia berinisial Is Bin M dideportasi oleh pihak Imigrasi Ngurah Rai. Sebab, hasil pengecekan yang  dilakukan pihak imigrasi warga Malaysia itu memakai visa C18 bagi Warga Negara Asing (WNA) adalah Visa Kunjungan Satu Kali Perjalanan yang ditujukan untuk calon Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan mengikuti uji coba kemampuan atau masa percobaan kerja di Indonesia.

“WN Malaysia sudah dideportasi hari Senin (26/01/2026) lalu,” kata Humas Imigrasi Ngurah Rai, Husnan dihubungi pada Kamis (29/1/2026).

Bacaan Lainnya

Dengan visa C18, WNA itu dapat melakukan uji coba kemampuan dalam bekerja dalam perusahaan. Termasuk dengan visa ini ia dapat berwisata serta mengunjungi teman dan keluarga. Visa C18 merupakan Visa Kunjungan untuk satu kali masuk ke Indonesia dengan izin tinggal pertama kali maksimal 60 hari, dihitung sejak tanggal kedatangan. Izin tinggal ini dapat diperpanjang dan dapat dikonversikan menjadi izin tinggal terbatas dengan penjamin yang sama. Masa tinggal di Indonesia maksimal 90 hari, dihitung sejak tanggal kedatangan. Dan tidak dapat memperpanjang izin tinggal ini.

Informasi yang berhasil dihimpun, dalam periksaan yang dilakukan oleh pihak Imigrasi Ngurah Rai, Is Bin M mengaku bekerja di sebuah peeusahaan PT MBI milik seorang WNA asal Australia beeinisial JM. Dan pihak Imigrasi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap JM namun tidak ditemukan adanya pelanggaran sehingga tidak dlakukan tindakan apapun termasuk deportasi.

“Untuk warga negara Australia sudah selesai dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya pelanggaran,” terang Husnan.

Diberitakan sebelumnya, pria asal Negeri Jiran itu sudah setahun menjalani proyek properti itu. Ia diduga kuat sebagai kontraktor mengerjakan bangunan sebanyak 70 unit vila di atas tanah seluas dua hektar itu karena hampir setiap hari ia selalu berada di lokasi proyek itu untuk mengawasi dan mengontrol pengerjaan bangunan. (007)

Pos terkait