SEMARAPURA | patrolipost.com – Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya SH bersama anggota melaksanakan pengecekan dan pemantauan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di empat APMS dan SPBU di wilayah Kecamatan Nusa Penida. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan BBM kepada masyarakat berjalan tertib, sekaligus mengantisipasi antrean panjang dan potensi gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi stok BBM serta memastikan aktivitas pengisian berjalan lancar. Petugas juga mengimbau pengelola APMS dan SPBU agar mengutamakan pelayanan kepada kendaraan umum, mengatur antrean dengan baik, serta tidak membiarkan kendaraan mengantre hingga menggunakan badan jalan.
Pengecekan dilaksanakan pada Jumat (3/7/2026), mulai pukul 19.00 Wita, dengan menyasar APMS 01 Batumulapan di Desa Batununggul, APMS 02 Sental di Desa Ped, SPBU Banjar Nyuh, dan SPBU Ceningan.
Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas pelayanan BBM di lokasi yang beroperasi terpantau berjalan normal, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan antrean panjang kendaraan hingga menggunakan badan jalan maupun pelanggaran pembelian BBM menggunakan jerigen. Situasi arus lalu lintas di sekitar lokasi juga terpantau kondusif.
Dari hasil pengecekan stok, APMS 01 Batumulapan tercatat memiliki stok Pertamax sebanyak 14.381 liter, Pertalite 9.588 liter, dan Pertadex 5.513 liter. Untuk pasokan berikutnya, dijadwalkan Pertamax sebanyak 16 ton dan Pertalite 8 ton, sedangkan Pertadex belum memiliki rencana pasokan.
Sementara itu, APMS 02 Sental memiliki stok Pertamax sebanyak 13.889 dan Pertalite 5.248, sedangkan Biosolar tercatat nihil. Rencana pasokan berikutnya masing-masing sebanyak 8 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite.
Di SPBU Banjar Nyuh, stok yang tercatat meliputi Pertamax sebanyak 9.753, Pertalite 6.678, dan Biosolar 3.807. Pasokan berikutnya dijadwalkan sebanyak 8 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite, sedangkan jumlah pasokan Biosolar belum dapat dipastikan.
Adapun SPBU Ceningan dilaporkan mengalami kekosongan stok Pertamax, Pertalite, dan Biosolar saat pengecekan dilakukan. Berdasarkan informasi dalam laporan, pasokan berikutnya direncanakan sebanyak 41 ton Pertamax dan 15 ton Pertalite.
Secara keseluruhan, berdasarkan rencana pasokan yang tercantum dalam laporan, terdapat 112 ton BBM yang dijadwalkan tiba, terdiri dari 73 ton Pertamax dan 39 ton Pertalite.
Petugas juga mengingatkan pengelola agar terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai ketersediaan dan distribusi BBM, terutama untuk mengantisipasi kekosongan stok di SPBU Ceningan serta nihilnya stok Biosolar di APMS Batumulapan dan APMS Sental.
Melalui kegiatan ini, Polsek Nusa Penida berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan dan menjaga agar aktivitas pelayanan BBM berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran personel Polri diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan transportasi di wilayah Nusa Penida. (roni)





