Rumah dan Mobil Warga Sukawana Kintamani Ludes Terbakar

mobil pick up1
Satu unit mobil pick up yang ikut terbakar di Desa Sukawana, Kintamani. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Rumah milik I Nengah Sudarma di Subak Gambir  Banjar/ Desa Sukawana, Kintamani ludes terbakar pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 12.00 wita. Selain menghanguskan rumah semi permanen tersebut , kebakaran yang terjadi di siang bolong tersebut  turut  menghanguskan  1 unit mobil jenis pick up  dan kendaraan roda dua. Kerugian ditaksir capai Rp 200 juta.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian berawal sekira  pukul  04.00 Wita  istri korban Ni Ketut Restiti Ayu  memasak air dan nasi di dapur. Setelah itu, korban bersama istri dan kedua anaknya meninggalkan rumah untuk mengantar anak sekolah dan beraktivitas di luar rumah.

Bacaan Lainnya

Sekira pukul 12.00 Wita  I Nyoman Dampel  (64), melihat kepulan asap dan mendengar suara ledakan dari arah bawah rumahnya. Saksi kemudian mendatangi sumber asap dan mendapati rumah milik Sudarma sudah terbakar. Ia segera menghubungi istri korban untuk menyampaikan kabar tersebut, kemudian meminta bantuan warga sekitar guna memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Kapolsek KIntamni Kompol I Made Dwi Puja Rimbawa  mengungkapkan bahwa berdasarkan penanganan awal, kebakaran diduga dipicu kelalaian pemilik rumah yang lupa memadamkan api pada tungku dapur sebelum meninggalkan rumah.

“Dugaan sementara, kebakaran dipicu api tungku yang belum dipadamkan saat rumah ditinggalkan,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan tim  Inafis menunjukkan bangunan berukuran 5 x 5 meter tersebut merupakan rumah semi permanen dengan dinding berbahan anyaman bambu (gedek) dan triplek. Di dalam rumah juga terdapat dua tabung gas yang ikut terbakar.

“Selain bangunan dan seluruh isinya, mobil Daihatsu Zebra tahun 1991 bernomor polisi DK 8109 DG serta sepeda motor Honda Astrea Grand tanpa plat nomor polisi ludes terbakar,” jelasnya.

Kata Kompol Dwi Puja , petugas  masih melakukan penanganan atas peristiwa tersebut. Sementara kerugian  material diperkirakan mencapai Rp 200 juta. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *