Kasus Ulah Pati Marak di Bangli, Bupati Sedana Arta Minta Atensi Semua Pihak

rsud bangli
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Forum Konsultasi Publik yang diadakan RSUD Bangli. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Maraknya kasus bunuh diri (ulah pati) yang terjadi di Kabupaten Bangli mendapat perhatian serius Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Tragedi itu seharusnya bisa dicegah melalui pendampingan dan perhatian orang-orang terdekat.

Hal ini  diutarakan Sedana Arta usai membuka Forum Konsultasi Publik dengan mengusung tema “Memaksimalkan Layanan Kesehatan Mental dan Pencegahan Penyakit untuk Generasi Sehat dan Emas di Kabupaten Bangli” pada Rabu (18/2/2026).

Bacaan Lainnya

Pada kegiatan yang digelar RSUD Bangli tersebut Sedana Arta menilai persoalan bunuh diri yang kerap terjadi dengan berbagai latar belakang menjadi perhatian serius bersama, khususnya terkait kondisi mental generasi muda. Ia menyebut, belakangan kasus bunuh diri kerap terjadi dengan berbagai persoalan yang memicu, mulai dari masalah pribadi hingga hal-hal yang seharusnya bisa dicegah melalui pendampingan dan perhatian lingkungan sekitar.

“Kita sering mendengar kasus bunuh diri terjadi hampir di semua kabupaten/kota di Bali sampai Bali jadi peringkat pertama. Secara mental penting didiskusikan,” ujar bupati asal Desa Sulahan, Susut Bangli ini.

Pihaknya menyampaikan pentingnya upaya pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi agar generasi muda memiliki ketahanan mental yang baik. Ia berharap generasi muda bisa tumbuh menjadi generasi yang handal dan mampu membangun Bangli ke depan.

“Sekarang lihat kasus bunuh diri, kita mendengar saja miris. Putus cinta bunuh diri, terlambat dibelikan motor, bunuh diri. Berbagai hal yang perlu kita jaga,” sebutnya.

Sedana Arta menegaskan bahwa Pemkab Bangli terus melakukan sosialisasi serta mendukung berbagai kegiatan positif dan kreativitas generasi muda melalui komunitas-komunitas yang ada. Ia pun mengapresiasi langkah RSUD Bangli yang menginisiasi forum diskusi publik terkait kesehatan mental masyarakat Bangli, khususnya generasi muda.

“Kami harapkan tidak hanya forum yang diadakan RSUD saja, tapi lebih banyak melakukan sosialisasi, edukasi menjaga generasi muda supaya benar-benar tumbuh menjadi generasi handal yang bisa membangun Bangli ke depan,” jelas Sedana Arta.

Sementara itu, Direktur RSUD Bangli I Dewa Gede Oka Darsana SpAn menegaskan bahwa pihaknya tidak berhenti hanya pada kegiatan konsultasi publik dalam menyikapi kasus bunuh diri di Bangli. RSUD Bangli juga membuka ruang pencegahan dengan menyasar sekolah-sekolah, yang diawali melalui perjanjian kerja sama dengan pihak terkait.

Menurut Oka Darsana, RSUD Bangli sangat siap dari sisi sumber daya manusia (SDM), baik psikolog maupun psikiater. Tidak hanya upaya pencegahan, layanan pengobatan juga telah disiapkan.

“Kami prihatin dengan kasus bunuh diri. Ke depan, kami harapkan hal ini tidak lagi terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan bunuh diri dapat dilakukan antara lain dengan memperkuat kesehatan jiwa dan kepribadian melalui edukasi psikologis. Deteksi dini terhadap generasi yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental dan berisiko melakukan bunuh diri juga penting dilakukan. (750)

Pos terkait