Komisi III DPRD Bangli Terkesan Ogah Monitoring Kegiatan Fisik

kegiatan fisik1
Salah satu pembangunan fisik yang sedang dikerjakan di Kabupaten Bangli. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Beberapa kegiatan fisik dengan menelan anggaran cukup besar di kabupaten Bangli sedang dikebut pengerjaannya. Namun demikian di tengah masifnya proses pengerjaan tidak dibarengi dengan monitoring yang dilakukan Komisi III DPRD Bangli.

Realita ini tidak ditampik Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. Menurut Ketut Suastika kegiatan, pengawasan langsung ke lapangan dinilai penting tiada lain untuk memastikan pembangunan yang dibiayai melalui APBD berjalan sesuai perencanaan.

Bacaan Lainnya

Politisi PDIP ini mengatakan ranah untuk lakukan pengawasan merupakan tugas dari rekan-rekan Komisi III.

“Tupoksi Komisi Komisi III tidak cukup hanya melakukan rapat kerja, tetapi juga perlu diikuti dengan pemantauan pekerjaan fisik di lapangan, sehingga Dewan dapat memastikan pembangunan yang telah dianggarkan benar-benar terealisasi sesuai rencana,” kata Ketut Suastika dihubungi, Jumat (6/11/2026).

Terlebih lagi sejumlah proyek fisik tengah dikerjakan tahun ini. Seperti diketahui beberapa di antaranya memiliki nilai anggaran cukup besar dan berlokasi tidak jauh dari gedung DPRD Bangli. Salah satunya pembangunan rumah jabatan bupati dengan anggaran Rp30 miliar dan lanjutan pembangunan GOR Bangli Sport Center  yang menelan anggaran Rp 30 miliar serta pembangunan Rumdis Kapolres dan Wakapolres, Sasana Bayangkara dan gedung TK Bayangkari.

Selain itu, terdapat pula proyek lanjutan pembangunan Sasana Budaya Giri Kusuma.

“Sudah mendekati akhir tahun seharusnya  Komisi III sudah menjadwalkan lakukan monitoring ,” tegas politisi asal Desa Peninjauan, Tembuku, Bangli ini.

Dengan lantang Suastika  menekankan apabila Komisi III belum menjadwalkan kegiatan tersebut, dirinya selaku pimpinan DPRD akan mengambil inisiatif untuk menjadwalkan monitoring. Suastika mengutarakan  kunjungan Dewan ke lapangan bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan.

“Bukan mencari kesalahan. Benar tidak ada bangunan sesuai rencana,” jelasnya. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *