Palev Pengaturan Air Macet, Pendistribusian Air PDAM Bangli Terganggu

perbaikan valep1
Tim teknis PDAM melakukan perbaikan palev air yang rusak. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Pendistribusian air PDAM Bangli kepada pelanggan terganggu sejak beberapa hari terakhir ini.  Penyebabnya selain jaringan pipa distribusi di sumber mata air Gamongan I alami rusak karena tertimpa pohon yang tergerus longsor, juga disebabkan macetnya palev pengaturan air di wilayah Banjar Gunaksa.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli Dewa Gede Ratno Suparso Mesi tidak menampik jika sejak beberapa hari terakhir pendistribusian air ke pelanggan alami gangguan.

Bacaan Lainnya

Direktur yang akrab disapa Dewa Rono ini menyebut, terganggunya pendistribusian air pertama disebabkan  jaringan pipa distribusi di sumber mata air Gamongan I di Desa Kayubihi Bangli terputus setelah pipa tertimpa longsoran pohon.

”Pipa distribusi lepas setelah dihantam pohon yang longsor,” ungkapnya, Senin (30/3/2026).

Menindaklanjuti kerusakan tersebut petugas telah turun melakukan perbaikan. Namun setelah perbaikan kelar  tiba- tiba saja palev di Banjar Gunaksa, Kelurahan Cempaga macet.

“Untuk perbaikan palev telah dilakukan, mudah-mudahan hari ini kelar,” sebutnya.

Imbas dari macetnya palev tersebut mengganggu pendistribusian air bagi pelanggan yang ada di wilayah Kota Bangli mulai dari Kelurahan Cempaga hingga Kelurahan Kawan dan Kelurahan Bebalang hingga sebagian Kawasan LC Uma Aya.

Disamping itu  longsoran juga terjadi di sebelah Selatan bak penampungan air di Tukad Songlandak. Kejadian ini menyebabkan air menggenangi  bak penampungan dan untuk menghindari air masuk ke bak penampungan mesin pompa dimatikan.

”Dengan dimatikan mesin pompa menunggu pelayanan air di wilayah Desa Demulih,” jelas Direktur asal Banjar/Kelurahan Kawan Bangli ini.

Kata Dewa Rono petugas telah turun melakukan pembersihan material longsor dan  juga menguras bak penampungan.

”Astungkara proses pengerjaan berjalan lancar dan air kini pendistribusiannya sudah kembali normal,” jelas Dewa Rono. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *