Pelepasan Burung Tandai Pembukaan Penglipuran Village Festival XIII 2026

festival1
Pelepasan burung tandai dibukanya Penglipuran Vilage Festival 2026. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Perhelatan Penglipuran Village Festival (PVF) XIII Tahun 2026 secara resmi dibuka, pada Kamis (9/7/2026). Pembukaan event tahunan ini ditandai dengan pelepasan burung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,  pembukaan festival yang telah masuk 100 Karisma Event Nusantara untuk keempat kalinya ini, dipusatkan di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran.

Pembukaan diawali peed ayu yang melibatkan ratusan para ibu dengan membawa gebogan dari hasil bumi berjalan beringin dengan diiringi gamelan dari pusat desa menuju Taman Makam Pahlawan Penglipuran. Menariknya, para undangan juga turut dilibatkan dalam peed ayu ini.

Bacaan Lainnya

Festival yang akan berlangsung selama tiga hari ini akan menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, kuliner khas, produk kerajinan lokal serta hiburan musik dalam festival yang mengusung tema “Harmoni Bhumi Penglipuran: Menuju Pariwisata Inklusif, Berkelanjutan dan Regeneratif.”

Pembukaan festival dihadiri Asisten Deputi Bidang Amenitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Dwi Marhen Yono, perwakilan Pelindo, serta jajaran pemerintah provinsi,  Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, dan undangan adat serta juga dihadiri tokoh puri di Bangli.

Dalam sambutannya, Kelian Adat Penglipuran I Wayan Budiarta mengisahkan perjalanan Desa Penglipuran hingga dikenal sebagai destinasi wisata dunia. Ia menegaskan, jauh sebelum menjadi desa wisata, masyarakat telah memegang teguh tradisi, budaya, dan aturan adat.

Menurutnya, mula Penglipuran dikenal wisatawan berawal pada 1990 saat mahasiswa KKN Universitas Udayana memperkenalkan desa tersebut. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1993, Pemerintah Kabupaten Bangli menetapkan Penglipuran sebagai desa wisata.

“Sejak saat itu tata kelola pariwisata kami berbasis masyarakat,” ujarnya.

Perubahan besar terjadi pada 2012. Masyarakat yang sebelumnya hanya menjadi objek wisata mulai bertransformasi menjadi pelaku utama pariwisata dengan menyiapkan homestay, atraksi budaya, hingga berbagai layanan wisata.

“Jadi kami tidak lagi hanya menjadi objek yang dipandang saja, tetapi menjadi subjek atau pelaku pariwisata,” ungkapnya.

Berbagai inovasi dan upaya pelestarian budaya itu mengantarkan Penglipuran meraih banyak penghargaan, mulai dari Kalpataru, predikat sebagai salah satu desa terbersih di dunia, hingga pada 2023 dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia.

“Penglipuran bukan hanya sebuah objek wisata, tetapi living museum, sebuah objek yang benar-benar hidup,” jelas Budiarta.

Menurutnya  penyelenggaraan Penglipuran Village Festival berlandaskan awig-awig desa adat sebagai media promosi, pelestarian tradisi dan budaya, sekaligus bentuk rasa syukur masyarakat atas berbagai pencapaian yang diraih. Festival tahun ini digelar dengan anggaran sekitar Rp 600 juta.

“Melalui festival ini kami ingin agar setiap pengunjung dapat merasakan harmoni Desa Penglipuran,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Amenitas Kemenparekraf Dwi Marhen Yono, menilai Bangli merupakan daerah yang unik karena mampu menghadirkan pariwisata kelas dunia meski tidak memiliki wilayah pantai.

“Dulu saya tidak  tahu Bangli, tetapi saya lebih kenal nama Kintamani. Sama seperti banyak orang luar negeri yang tidak tahu Indonesia, tetapi tahu Bali. Harapan kami dunia  pariwisata Bangli semakin berkembang,” sebutnya.

Kata  Marhen Yono yang sangat membanggakan adalah Desa Wisata Penglipuran menjadi salah satu contoh terbaik pengembangan pariwisata Indonesia yang dibangun berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Menurutnya, tren wisata saat ini juga telah berubah. Wisatawan tidak lagi semata-mata mencari keindahan alam, tetapi lebih tertarik pada pengalaman budaya, kuliner, event berkualitas seperti Penglipuran Village Festival, hingga harga promo paket wisata.

“Penglipuran sudah membuktikan kualitasnya hingga kembali masuk dalam 100 Karisma Event Nusantara untuk keempat kalinya, dan ini adalah prestasi yang sangat membanggakan,” ujar Marhen Yono. (750)

Pos terkait