BANGLI | patrolipost.com – Kapan pelaksanaan pembangunan kantor dan rumah jabatan (Rumjab) Bupati Bangli dengan mengusung konsep tradisional Hindu Bali (Sikut Satak) mulai dikerjakan, akhirnya terjawab. Proses pembangunan sudah berjalan dan penandatanganan kontrak kerja antara penyedia (rekanan) dengan pemilik kegiatan (Dinas PUPR Perkim Bangli) sudah dilaksanakan, Jumat (22/5/2026).
Kepala Dinas PUPR Perkim Bnagli Dewa Agung Suryadarama saat dikonfirmasi terkait pembangunan kantor dan rumah jabatan sikut satak pada Senin (25/5/2026) mengatakan, pembangunan proyek strategis ini segera dilakukan. Kepastianya setelah dilakukan penandatangan kontrak kerja.
“Kegiatan sudah berkontrak dan kapan penyedia mulai bekerja tergantung dari kesiapan penyedia itu sendiri. Yang jelas kegiatan harus kelar sesuai dengan batas waktu yang tertera di dalam kontrak,” tegas Suryadarma.
Dalam proses pembangunan kantor dan rumah jabatan dengan pagu anggaran Rp 30 miliar lebih ini pihaknya menggandeng aparat penegak hukum (APH) untuk pendampingan.
“Untuk nama rekanan yang mengambil kegiatan dan berapa nilai penawarannya saya masih tanyakan dulu dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar tidak salah,” jelas mantan Kasat Pol PP Bangli ini.
Menurut Suryadarma pembangunan kantor dan rumah jabatan bupati berada di atas lahan seluas 50 are lebih. Nantinya rumah jabatan akan dilengkapi dengan pembagian bangunan di halaman rumah diantarnya bale pertemuan, gedong, Bale Mujungsari dan lainnya.
Sebelumnya Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan pembangunan kantor dan Rujab dengan mengusung konsep sikut satak dengan arsitektur khas Bangli ini untuk melestarikan warisan budaya.
“Kami ingin pembangunan Rujab ini nantinya menjadi contoh pembangunan lainnya di Bangli serta menjadi warisan budaya generasi mendatang,” ujar Sang Nyoman Sedana Arta. (750)





