BANGLI | patrolipost.com – Kecelakaan lalu lintas (laka Lantas) kerap terjadi di Perempatan Pludu di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani. Kasus laka lantas terakhir yang terjadi sampai merenggut nyawa anggota Polri yang berdinas di Polsek Tembuku Bangli. Kondisi tersebut mengundang keprihatinan kalangan DPRD Bangli.
Anggota DPRD Bangli I Wayan Sutama kepada media mengatakan kasus laka lantas di perempatan Pludu memang kerap kali terjadi. Laka lantas selain menimbulkan korban luka-luka juga sampai merenggut korban jiwa.
”Setiap bulan pasti saja terjadi kasus laka di Perempatan Pludu terakhir anggota Polri yang menjadi korban,” jelasnya, Minggu (26/7/2026).
Menurut politisi Golkar ini, Perempatan Pludu termasuk ramai dengan aktivitas kendaraan, karena perempatan tersebut menghubungkan arus lalin dari Payangan (Gianyar) menuju Kintamani dan mempertemukan akses lokal dari Bayung Gede menuju desa Belancan, Kintamani.
Lanjut Wayan Sutama dengan kerap kali terjadi kasus laka di lokasi tersebut maka pihaknya mendesak pemerintah melalui instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli untuk segera melakukan langkah antisipasi guna meminimalisir kasus laka yang terjadi.
”Jalur tersebut ada yang menjadi kewenangan Provinsi dan juga kabupaten,” tegas politisi asal Desa Kintamani ini.
Kata Wayan Sutama di lokasi memang sudah terpasang rambu dan juga lampu peringatan (warning light). Namun jika dilihat posisi lampu peringatan dipasang jauh dari perempatan.
“Kalau dipasang traffic light tidak memungkinkan selain bisa mengundang kemacetan juga sangat berisiko melihat kondisi jalan dari arah Timur (Bayung Gede) menuju arah Barat menanjak dan berbelok,” jelasnya.
Menurut Wayan Sutama salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan memasang marka jalan berupa pita penggaduh (rumble strip) dimana marka ini dipasang melintang di badan jalan sehingga saat kendaraan melintas akan bergetar sehingga selain bisa meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan di areal berbahaya dan bisa menurunkan kecepatan kendaraan secara perlahan.
“Tentu harapan kami instansi terkait segera mencari formula yang tepat guna bisa menekan kasus laka yang terjadi, khususnya di Perempatan Pludu,” kata Wayan Sutama. (750)
