Polda Bali Selidiki Dugaan Penculikan dan Pemerasan WN Rusia di Kuta Selatan

kabid humas4x
Kombes Pol Ariasandy. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Seorang warga negara (WN) Rusia berinisial AI (41) melaporkan dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialaminya di wilayah Kuta Selatan. Korban mengaku disekap selama 30 jam dan dipaksa menyerahkan akses akun aset kripto miliknya. Saat ini, Polda Bali masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima Kepolisian, peristiwa bermula pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 21.35 Wita saat korban pulang bekerja dari Restoran Hedonist, ketika melintas di kawasan Jalan Uluwatu/Jalan Belimbing, Pecatu, korban dihadang sebuah mobil Nissan Serena berwarna hitam.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan, dua orang pelaku yang mengenakan penutup wajah atau sebo kemudian memborgol tangan korban menggunakan borgol plastik serta menutup kepalanya sebelum membawanya ke lokasi yang belum diketahui.

“Korban mengaku diborgol menggunakan borgol plastik dan kepalanya ditutup oleh dua pelaku bermasker,” ungkapnya kepada wartawan di Mapolda Bali, Kamis (9/7/2026).

Menurut pengakuan korban, setelah diborgol ia kemudian dibawa ke sebuah rumah bertingkat dengan ruangan menyerupai sel tahanan. Selama 30 jam disekap, korban mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pukulan dan tendangan agar memberikan kata sandi akun aset kripto miliknya.

“Korban mengaku sempat mengalami kekerasan fisik, ditendang dan dipukul sehingga terpaksa menyerahkan password akun kriptonya,” tutur mantan Kabid Humas Polda NTT ini.

Selain itu, para pelaku memaksa korban membuka akses akun kripto, para pelaku diduga mengambil telepon genggam Xiaomi milik korban serta kunci vila yang berada di dasbor sepeda motor korban. Kunci tersebut diduga digunakan untuk masuk ke Villa Ukulele dan mengambil telepon genggam lain yang berisi akses akun aset kripto korban.

Korban mengaku akhirnya dilepaskan pada Sabtu (4/7/2026) pukul 04.00 Wita di Jalan Prabu Udayana, tepatnya di depan Rumah Sakit Universitas Udayana, Jimbaran. Setelah dilepaskan, korban langsung menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Universitas Udayana.

Ariasandy mengatakan, penyelidikan masih berlangsung. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Restoran Hedonist, lokasi pencegatan, Villa Ukulele, serta lokasi pembuangan korban. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tidak terdapat kamera pengawas di lokasi pencegatan karena kawasan tersebut merupakan jalan sempit dan sepi. Sementara di Villa Ukulele, CCTv, listrik, dan jaringan internet dilaporkan mati akibat korsleting mesin air saat kejadian.

Selain itu, penyidik telah mengambil data “cell dump” di empat lokasi berbeda untuk melacak pergerakan telepon genggam korban melalui titik BTS. Polisi juga tengah menganalisis rekaman CCTv di sekitar RS Universitas Udayana serta menelusuri pergerakan mobil Nissan Serena hitam yang diduga digunakan para pelaku.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” pungkasnya. (007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *