JAKARTA | patrolipost.com – Selain menyepakati sejumlah kerjasama antara Indonesia – Prancis, kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis juga membawa oleh-oleh mewajibkan para siswa belajar bahasa Prancis di sekolah. Pada Oktober 2025 lalu, Prabowo juga mewajibkan seluruh siswa belajar bahasa Portugis.
Pernyataan presiden ini menuai beragam tanggapan, diantaranya datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. Menurutnya, Komisi X DPR akan meminta penjelasan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait wacana tersebut karena rencana mata pelajaran Bahasa Portugis pun belum jelas.
“Untuk kejelasan wajib belajar Bahasa Perancis di sekolah, kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada Raker dengan kami nanti,” ujar Ari kepada Kompas.com, Jumat (29/5/2026).
“Karena sebelumnya juga sempat muncul wacana Bahasa Portugis, namun sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut baik dari sisi road map, regulasi, maupun kesiapan implementasinya,” imbuh dia.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini berpandangan, penguatan kemampuan bahasa asing memang penting. Akan tetapi, kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, dan manfaat nyata bagi peserta didik.
“Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang,” ucap Ari.
Oleh karena itu, Ari menyebut Komisi X DPR akan memastikan terlebih dahulu dalam Raker dengan Kemendikdasmen, apakah rencana ini benar-benar menjadi prioritas pendidikan nasional, atau masih wacana. Sebab, jika kesiapannya ternyata belum menyeluruh, maka penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap.
“Sebagai mata pelajaran pilihan, atau program khusus di sekolah tertentu,” kata Ari. Diberitakan sebelumnya, Prabowo mengaku telah menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia untuk mulai meningkatkan pembelajaran Bahasa Perancis.
“Sekarang, saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar Bahasa Perancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” ujar Prabowo seusai pertemuan dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Paris, Perancis, Kamis (28/5/2026).
Prabowo mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Perancis di masa depan.
Wajib Bahasa Portugis
Ini bukan kali pertama Prabowo meminta agar anak-anak sekolah diajarkan bahasa asing. Pada 23 Oktober 2025 lalu, ketika menjamu Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Jakarta, Prabowo lebih dulu menginstruksikan agar Bahasa Portugis dijadikan mata pelajaran di sekolah.
Prabowo menyebutkan, Indonesia dan Brasil ingin mempunyai hubungan yang lebih baik sehingga ia memprioritaskan bahasa Portugis.
“Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, bahasa Portugis kini sama prioritasnya dengan bahasa lain yang sudah lebih dahulu diajarkan di sekolah.
“Selain bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Korea, Perancis, Jerman, dan Rusia, bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas bagi kita, Portugis dan Spanyol,” imbuh dia. (kpc/zar)





