Satpol PP Bangli Turun Tertibkan PKL di Anjungan Penelokan

penertiban pkl1
Petugas Satpol PP melakukan penertiban pedagang kaki lima di Anjungan Penelokan, Kintamani. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Menyikapi keluhan masyarakat terkait keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan kawasan anjungan Penelokan, Kintamani disikapi Sat Pol PP Bangli dengan turun  melakukan penertiban pada Selasa (6/10/2026).

Kegiatan penertiban melibatkan unsur dari Dinas Pariwisata selaku OPD pengampuh, Satpol PP, TNI/Polri dan Pecalang dari Desa Adat Batur dan Kedisan serta tokoh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kasat PolPP Bangli I Wayan Sugiarta saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan penertiban tersebut. Lanjut disampaikan, sebelum melakukan penertiban, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan OPD terkait yakni Dinas Pariwisata, untuk kemudian bersama-sama turun melakukan penertiban. Kegiatan penertiban, juga melibatkan Pecalang dari Desa Adat Kedisan dan Batur, unsur Bhabinkamtibmas serta Babinsa.

“Dalam pelaksanaannya, sejumlah pedagang yang ditemui seperti, pedagang kopi, buah-buahan serta kain berhasil kami tertibkan,” ujar Sugiarta, Selasa (6/10/2026).

Disebutkannya, selain menertibkan para pedagang, pihaknya juga membongkar terpal, membersihkan lapak-lapak (meja) yang selama ini dipakai berjualan oleh pedagang. “Untuk pedagang bakso yang menjadi sorotan telah dipindahkan Senin (5/10/2026) kemarin,” ujarnya.

Kata Sugiarta, sejatinya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli telah dua kali melayangkan Surat Peringatan (SP) kepada para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut, hanya saja para pedagang tidak mengindahkannya. Kata Sugiarta untuk sementara, pengamanan kawasan Penelokan melibatkan Pecalang Desa Adat Kedisan dan Desa Adat Batur. Sebagai langkah selanjutnya, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Disparbud.

“Pengawasan dan Pengendalian akan tetap dilakukan sesuai dengan Perda 10 tahun 2018 terkait Ketertiban Umum (Tibum) sebagai mandat tugas kami,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pecalang Desa Adat Kedisan I Wayan Suarembawa mengatakan penertiban berjalan lancar tanpa menimbulkan gesekan. Dalam penertiban kali ini petugas berhasil memindahkan sejumlah pedagang diantaranya t 2 pedagang kopi, 2 pedagang buah-buahan dan pedagang kain.

Menurutnya para pedagang berharap agar petugas dalam melakukan penertiban bersikap adil.

“Ya kalau tidak boleh pemberlakuannya harus adil atau menyasar seluruh pedagang,” kata Suarembawa

Setelah melakukan pembongkaran dan pemindahan barang-barang, para pedagang diarahkan untuk berjualan di bawah Anjungan.

“Astungkara, situasi aman selama kegiatan penertiban berlangsung,” sebut Suarembawa. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *