Truk Bermuatan Jeruk Terjun ke Jurang di Kintamani, Sopir Tewas di Tempat

truk jatuh1
Personel Kepolisian dari Polsek Kintamani bersama petugas kesehatan mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polsek Kintamani, tepatnya di jalan setapak Banjar Lateng, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Jumat (10/4/2026) sekira pukul 11.00 Wita.

Sebuah truk engkel bermuatan jeruk terjun ke dasar jurang dengan kedalaman sekitar 40 meter. Dalam kecelakaan tragis tersebut sopir truk  I Made Suratma (71) asal Banjar Dinas Celagi Bantes, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara, penumpang berjumlah 8 orang berhasil selamat.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Kintamani Kompol I Made Dwi Puja Rimbawa saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian laka lantas tersebut. Menurut Kapolsek, kecelakaan terjadi saat kendaraan truk engkel DK 8067 UY yang dikemudikan  I Made Suratma  bergerak dari area parkir hendak menuju jalan raya melalui jalan setapak di kawasan perkebunan.

“Truk melintasi  jalan tanah yang sempit. Baru berjalan beberapa meter, kendaraan tiba-tiba oleng ke kanan dan langsung terguling masuk ke jurang ,” jelas mantan Kapolsek Bangli ini.

Saat kejadian truk mengangkut delapan orang penumpang. Empat orang yang berada di bagian belakang sempat melompat menyelamatkan diri ke kebun warga. Namun, lima orang lainnya tetap berada di dalam truk sehingga jatuh ke dasar jurang. Akibat kejadian tersebut, sopir truk meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Tiga penumpang mengalami luka ringan, sementara 5 penumpang lainnya selamat tanpa luka serius,” kata Kompol Rimbawa, seraya menambahkan untuk 3 penumpang yang alami luka ringan kini dirawat di RSU Singaraja

Bertalian dengan laka lantas yang terjadi, petugas dari Polsek Kintamani yang dipimpin Kanit Lantas Iptu I Nengah Bagiadnyana bersama anggota langsung melakukan evakuasi korban.

“Jenazah sopir truk dibawa ke Puskesmas Kintamani menggunakan mobil ambulance,” sebut Kompol Rimbawa.

Menurut Kapolsek, jalan yang sempit dan kondisi medan berupa jalan tanah di kawasan perkebunan diduga menjadi penyebab kecelakaan.

“Untuk kerugian material sekitar Rp 15 juta,“ pungkasnya. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *