JAKARTA | patrolipost.com – Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menggerebek perkantoran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026) pagi. Ratusan warga negara asing diamankan terkait aktivitas judi online di perkantoran tersebut.
Menurut informasi di lapangan, ratusan Warga Negara Asing (WNA) yang diamankan dalam penggerebekan tersebut berasal dari Thailand, Vietnam, China, Myanmar, Korea, dan Malaysia.
Para WNA tersebut diduga merupakan sindikat jaringan internasional yang mengoperasikan situs judi online di perkantoran tersebut. Ada dua lantai di gedung tersebut yang disewa oleh para pelaku.
Dalam upaya tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain komputer, laptop, brankas, hingga website judol itu sendiri. Hingga sore, areal perkantoran tersebut dijaga ketat oleh sejumlah personel Brimob.
Diketahui personel Brimob dikerahkan sejak Jumat (8/5/2026) malam. Hingga Sabtu siang pukul 12.00 WIB, puluhan anggota Brimob masih berbaris di depan gedung. Mereka bersiaga menghadap ke arah pintu masuk sebuah gedung berfasad kaca.
Di sisi lain, dua personel dilengkapi dengan atribut taktis seperti helm, rompi antipeluru, masker hingga senjata laras panjang berjaga di depan pintu masuk gedung. Ada juga petugas pengamanan gedung berpakaian hitam bersiaga di lokasi.
Sesekali terlihat masih ada warga yang lalu lalang di sekitar lokasi. Mereka tampak kebingungan melihat penjagaan ketat, namun tetap terus berjalan.
Sedangkan di area gedung perkantoran yang dijaga personel Brimob, tampak minim aktivitas. Dari luar, hanya terlihat jejeran kursi dan mic dengan garis pembatas di area lobi gedung itu.
Penjagaan dengan pengamanan berlapis ini diduga kuat berkaitan dengan langkah penegakan hukum terhadap sebuah kasus besar yang tengah ditangani oleh pihak Kepolisian.
Belum ada konfirmasi atau keterangan resmi dari Divisi Humas Polri maupun Bidang Humas Polda Metro Jaya terkait penggerebekan markas judi online tersebut, termasuk tujuan pasti pengerahan pasukan Brimob tersebut. (dtc/zar)
