Disambar Petir, Tiga Bangunan Meru Pura Bale Agung Desa Abang Songan Terbakar

disambar petir1
Petugas Kepolisian saat lakukan olah TKP. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Tiga bangunan suci berupa Meru di Pura Bale Agung Desa Abang Songan, Kecamatan Kintamani terbakar pada Selasa (7/4/2024) sekira pukul 13.30 Wita.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian pertama kali diketahui oleh saksi I Wayan Bawa. Dimana saat itu saksi sedang duduk di depan teras rumahnya yang lokasinya tepat di depan Pura Bale Agung Desa Abangsongan.

Bacaan Lainnya

Saat itu saksi mendengar suara petir yang sangat keras dan petir menyambar salah satu bangunan meru tumpang 7 di areal Pura Bale Agung. Saksi melihat kobaran api pada bangunan Meru tumpang 7 tempat berstana Batara Sakti Tuluk Biyu yang atapnya dari ijuk.

Api kemudian merambat  ke bangunan Meru tumpang 5 Bethara Ratu Medue Gama dan merambat juga ke pelinggih Betara Ayu. Saksi bahkan sempat merekam kejadian tersebut dan kemudian memukul  kentongan sebagai tanda meminta pertolongan kepada warga.

Selang beberapa menit kemudian warga berdatangan dan selanjutnya bersama- sama berupaya memadamkan api. Sekira pukul 14.00 Wita  Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bangli tiba di lokasi. Setelah berjuang hampir 1 jam api dapat dipadamkan.

Kapolsek Kintamani Kompol Dwi Puja Rimbawa saat dikonfirmasi membenarkan musibah kebakaran yang terjadi.

”Petugas telah turun melakukan penyelidikan, beberapa saksi juga telah dimintai keterangannya,” ujar Kompol Rimbawa. Atas kejadian tersebut pihak desa mengalami kerugian Rp 1 miliar.

Perbekel Abang Songan I Wayan Widana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut tokoh masyarakat Abang Songan ini, kejadian sekitar pukul 13.30 Wita. Dimana saat kejadian turun hujan disertai petir. Tidak berselang lama, pasca hujan ini warga melihat kepulan asap dari Pura Bale Agung. Setelah dicek ternyata bangunan meru disambar petir dan terbakar.

“Kejadian kali pertama dilihat warga yang berada di sekitar pura,” kata Widana.

Kata Wayan Widana bangunan suci yang terbakar baru dibangun sekitar lima tahun  lalu.

”Pasca kejadian kita adakan paruman untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Sementara, upaya pemadaman dilakukan warga bersama petugas Damkar, Polri, TNI dan unsur terkait lainnya. Setelah berjibaku beberapa jam, akhirnya api bisa dipadamkan.

“Api sudah bisa dipadamkan, ada tiga pelinggih yang terkena imbas kebakaran,” ujarnya. (750)

Pos terkait