BANGLI | patrolipost.com – Munculnya kasus wisatawan asing asal Cina yang menjadi korban gigitan anjing yang diduga kuat terpapar virus rabies menjadi ancaman bagi keberlangsungan dunia pariwisata di Kabupaten Bangli. Padahal sejauh ini pendapatan asali daerah (PAD) Bangli mengandalkan sektor pariwisata. Guna mengantisipasi kejadian terulang kembali perlu dilakukan langkah antisipasi oleh instansi terkait.
Hal tersebut diutarakan Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika menyikapi kasus WNA yang menjadi korban gigitan anjing yang diduga rabies.
Menurut politisi PDI-P ini pada dunia pariwisata isu rabies sangat sensitif. Bertalian kasus yang terjadi tentu menjadi sebuah ancaman bagi keberlangsungan dunia pariwisata di Bangli.
“Justru yang kami takutkan dari kasus ini akan berkembang yang berujung kalau Bangli tidak layak dikunjungi karena ancaman rabies,” ujar Ketut Suastika , Selasa (14/7/2026).
Kata Suastika mudah-mudahan dari kasus ini tidak sampai sebuah negara mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) ke Bangli. Jika sampai hal tersebut terjadi, jelas akan menjadi peringatan bagi keberlangsungan dunia pariwisata Bangli.
Lanjut Ketut Suastika, guna menghindari hal serupa terulang untuk penanganan rabies di Kabupaten Bangli perlu langkah serius dari pemerintah daerah melalui instansi terkait.
Kata Suastika langkah yang perlu dilakukan dalam penanganan kasus non bencana ini yakni untuk masalah hewan penyebar rabies (HPR) menjadi tanggung jawab dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP).
”Dalam upaya mengantisipasi penyebaran rabies vaksinasi dan eliminasi perlu ditingkatkan. Jangan sampai kegiatan tersebut terkesan hangat hangat tahi ayam yang mana vaksinasi dan eliminasi digencarkan ketika terjadi kasus,” ungkap Suastika.
Sementara untuk ketersediaan VAR seharusnya tersedia di RSUD Bangli, agar jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan VAR.
“Memang sejauh ini untuk VAR hanya tersedia di beberapa Puskesmas, namun alangkah baiknya RSUD sebagai sentral pelayanan juga menyedian VAR. Berkaca dari WNA yang tidak dapat VAR di RSUD Bangli tentu akan menjadi presiden buruk di mata wisatawan,” sebut Ketut Suastika. (750)






