Pedagang Sembako di Kuta Dilempar Bongkahan Beton, Mata Kanan Terancam Buta Permanen

Pedagang korban kekerasan oleh pria tak dikenal. (ist)
pedagang1

DENPASAR | patrolipost.com – Nasib apes menimpa seorang pedagang sembako di kawasan Tuban, Kuta, Sukaryo (56). Mata kanannya terancam dilepas dan mengalami buta permanen akibat diserang dengan lemparan bongkahan beton yang terjadi di warung miliknya Jalan Simpati Gang Sada Nomor 5 Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (28/6) pukul 19.00 Wita. 

Kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polsek Kuta dan tercatat dalam Surat Tanda Terima Pengaduan Masyarakat (STTPM) Nomor Reg: DUMAS/881/VI/2026/SPKT.UNIT RESKRIM/POLSEK KUTA/RESTA DPS/POLDA BALI.

Bacaan Lainnya

Anak korban, Megawati mengatakan,  kondisi ayahnya saat ini sangat memprihatinkan. Benturan keras pada mata kanan menyebabkan kerusakan fatal hingga organ penglihatan itu tidak lagi berfungsi normal. 

“Dokter di RS Ngoerah menyarankan agar bola mata kanan diangkat karena dikhawatirkan infeksi bisa menyebar ke mata sebelahnya,” ungkapnya, Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan keterangan keluarga, insiden ini bermula ketika Sukaryo bersama istrinya, Hamsari (55) sedang melayani pembeli di warung sembako miliknya. Saat itu, seorang pria datang bersama keponakannya untuk berbelanja. Namun situasi mendadak berubah ketika Hamsari menegur keponakan pria tersebut yang memegang tali pintu warung karena khawatir putus. 

Teguran sederhana itu diduga menjadi pemicu emosi pria tersebut. Ia kemudian meninggalkan lokasi dalam keadaan marah. Tetapi tidak lama berselang, pria itu kembali dan mengacak-acak barang dagangan di warung korban. 

Ketegangan belum berhenti. Untuk ketiga kalinya, pria tersebut datang kembali dengan membawa bongkahan beton. Tanpa banyak bicara, bongkahan beton itu dilempar ke arah Sukaryo dan menghantam tepat pada mata kanannya. Sukaryo langsung tersungkur dengan luka serius sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

Hingga kini, keluarga korban mengaku belum mengetahui keberadaan terduga pelaku. Informasi yang mereka peroleh menyebut nomor telepon pria tersebut sudah tidak aktif. Pihak Kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung tim gabungan Polsek Kuta dengan Polresta Denpasar. 

“Ya, masih mendalami motif pasti di balik aksi brutal tersebut sembari memburu pelaku yang diduga kabur usai kejadian,” katanya. (007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *