BANGLI | patrolipost.com – Pemilik videotron di Utara Anjungan Penelokan, Kintamani, Jero Komang Budiasa buka suara. Pengusaha muda asal Desa Songan, Kintamani ini menyatakan siap mengikuti proses dan memenuhi regulasi yang ditetapkan Pemkab Bangli.
Menurut Jero Budiasa, untuk izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sejatinya sedang berproses , sementara untuk izin reklame sudah dikantongi.
”Untuk izin PBG dan SLF sudah berproses dan kami libatkan konsultan dalam hal ini,” kata Jero Budiasa dihubungi, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, sebelum proses pembangunan dimulai, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan Desa Adat Kedisan yang mewilayahi kawasan tempat pemasangan videotron.
Menggeluti usaha videotron adalah barang baru baginya .Adapun yang melatar belakangi pembangunan videotron adalah untuk mempromosikan pariwisata Bangli, khususnya Kintamani.
Menurutnya, akomodasi wisata di kawasan Danau Batur sangat beragam, bahkan kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain. Namun nyatanya kunjungan wisatawan hingga kini belum stabil dan masih sepi. Melihat realita tersebut pihaknya berupaya menyediakan ruang promosi melalui media videotron.
“Dengan videotron wisatawan yang melintas di jalur utama Kintamani akan mendapat gambaran atau mengetahui keberadaan berbagai tempat rekreasi dan akomodasi wisata yang berada di bawah,” ungkapnya.
Karena ketidaktahuan wisatawan terkait keberadaan tempat rekreasi dan akomodasi wisata di bawah maka selama ini wisatawan yang berkunjung durasinya sangat singkat.
“Harapan kami wisatawan yang awalnya hanya berencana datang sebentar bisa menginap karena mereka tahu ternyata di bawah ada tempat rekreasi yang indah dan didukung tempat menginap yang representatif,” terangnya.
Selain menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha pariwisata, Jero Budiasa menambahkan keberadaan layar panel yang menggunakan teknologi lampu LED tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh pemerintah memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Bangli.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, kata Jero Budiasa, akan berdampak pada peningkatan PAD dan sudah barang tentu juga dirasakan masyarakat.
“Menggeliatnya dunia pariwisata akan menjadi motor penggerak utama dalam menyerap tenaga kerja dan akan mengurangi angka pengangguran,” sebutnya.
Disamping itu Jero Budiasa menampik keberadaan videotron akan merusak estetika yakni sampai menutupi panorama Gunung Batur dan Danau Batur yang menjadi daya tarik utama Kintamani. Sebagai pelaku usaha pariwisata, pihaknya justru berkepentingan menjaga dua objek wisata tersebut tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Boleh dicek lokasinya, apa sampai menutup keindahan panorama gunung dan danau Batur,” ujar Jero Budiasa. (750)





