Wanita Asal Kendari Diduga Dianiaya dan Diperkosa di Kamar Penginapan

ilustrasi pemerkosaan1
Ilustrasi kekerasan seksual. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com Seorang wanita asal Kendari, Sulawesi Tenggara (Sulteng) berinisial DAK (32) diduga menjadi korban penganiayaan brutal sekaligus kekerasan seksual. Peristiwa memilukan ini terjadi di sebuah penginapan di Jalan Tukad Badung XVIII B Denpasar, Senin (15/6) pukul 04.30 Wita. 

Informasi yang berhasil dirangkum mengatakan, awalnya datang seorang pria yang dikenal berinisial N. Setibanya di depan kamar korban, dia mengetuk pintu kemudian dibuka oleh korban. Namun wanita itu bergegas menutupnya kembali, tetapi dapat dibuka oleh pelaku. Pria itu berhasil masuk dan langsung menarik tangan DAK secara paksa. Karena korban berusaha mempertahankan diri, pelaku merampas jam tangan pintar miliknya lalu membanting di lantai kamar hingga rusak.

Bacaan Lainnya

Tidak berhenti di situ, pelaku langsung menutup pintu dan melayangkan empat pukulan ke wajahnya. Ditambah dua tendangan keras menghantam bagian wajah dan kepala hingga korban hingga tersungkur tak berdaya. 

“Korban kemudian diseret dalam kondisi luka dan lemas,” ungkap seorang petugas.

Situasi semakin mencekam karena korban mengaku diancam akan dibunuh jika melawan atau berteriak. Apalagi saat kejadian, kamar penginapan hanya berisi beberapa tamu saja. Petugas jaga pun sedang beristirahat. Dalam kondisi ketakutan dan mengalami luka serius, korban diduga diperkosa oleh pelaku. 

“Korban mengaku diperkosa,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Akibat kejadian itu, wanita ini mengalami luka memar di kedua mata, wajah bengkak, serta patah tulang hidung. Selain trauma fisik dan psikis, korban juga mengalami kerugian material Rp 4,5 juta akibat kerusakan barang pribadinya. 

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban melapor ke Polresta Denpasar pada sore harinya pukul 16.39 Wita dengan bukti Laporsn Polisi nomor:  LP/B/354/VI/2026/SPKT/POLRESTA DENPASAR/POLDA BALI. 

“Saat ini polisi masih memburu terduga pelaku yang identitasnya telah dikantongi,” terang sumber itu.

Sementara Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan terkait adanya laporan Kepolisian mengenai peristiwa tersebut. Saat dikonfirmasi, pihaknya menyatakan bahwa laporan dari korban telah resmi diterima dan kini tengah ditangani secara serius oleh satuan fungsi terkait. 

“Benar, laporan terkait kejadian tersebut sudah kami terima di Polresta Denpasar. Saat ini tim penyidik sedang bekerja di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini. Proses penyelidikan dan pendalaman akan terus berjalan secara intensif demi mengungkap titik terang serta memburu keberadaan pelaku. 

“Kami pastikan proses penyelidikan terus berjalan secara maksimal. Anggota kami di lapangan sedang berupaya keras untuk mengungkap motif sekaligus menangkap pelaku,” pungkasnya. (007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *